Page 28 - SEJARAH PERLAWANAN TERHADAP IMPREALISME DAN KOLOLISME DI DAERAH SULAWESI TENGGARA
P. 28

Pemimpin    pasukan   Belanda   memerintahkan    untuk
            membawa  jenazah  pasukan-pasukan  Belanda  yang  telah  gugur
            ke kapal untuk kemudian dipulangkan ke Uj ung Pandang.
                 Karena  ekspansi  militer  Belanda  ini  tidak  berhasil
            menaklukkan  Kerajaan  Buton,  dan  un tuk  membawa  jenazah
            pasukan  Belanda yang  telah  menjadi korban dalam pertempuran
            itu, maka pada tanggal  25  Februari  1755 armada Angkatan  Laut
            Belanda  bertolak  meninggalkan  Buton  kembali  ke  Ujung
            Pan  dang.
                Sejak  itulah  hubungan  persahabatan  antara  Kompeni
            Belanda  dengan  Buton  terputus.  Meskipun  Belanda  tetap  ber-
            usaha  mengembalikan  kepercayaan  Sultan  terhadap  Kompeni,
            namun  masyarakat  Buton  yang  telah  terluka  hatinya  tidak  lagi
            bersedia  untuk  bersekutu  dengan  Belanda  yang mereka anggap
            kafir jahanam itu.

         d.  Akibat Perlawanan
                Secara  politis,  timbulnya  perlawanan  rakyat  Buton  ter-
           hadap  Kompeni  Belanda  merupakan  jawaban  hati  rakyat  yang
           merasa  terluka  akan  tindak  laku  Kompeni  di  Indonesia. Sedang
           segi  psychologis,  perlawanan  Himayatu ddin  pada  tahun  1755
           itu  telah  berhasil  menyalakan  semangat  pa triotik di dalam dada
           seluruh  rakyat  Buton.  Sampai  sekarang  Himayatuddin  tetap di-
            tempatkan  se bagai  pahlawan  dan  pelopor perjuangan  kemerde-
            kaan khususnya di Daerah Buton.
                Semangat  anti  Kompeni  Belanda  tetap  menggelora  dalam
           dadanya  dan  menolak  kerjasama  dengan  Belanda  sampai  pada
           akhir  kekuasaannya  pada  tahun  1763 .  Oleh  sebab  itu  maka
            setelah dua orang  Sultan  berkuasa,  Himayatuddin  diangkat
           kembali  oleh  rakyat  untuk  menstabilkan  keadaan  politik  di
           Kerajaan Buton yang selama itu sangat memburuk.
                Orang-orang  tua  di  Daerah  Buton  mengatakan ;  setelah
           Sultan  Hamim  wafat  pada  tahun  1759,  terjadilah  persaingan
                                                               6
           politik di kalangan para pejabat dalam kerajaan Bu ton.  )
                Para  pejabat  berambisi  untuk  menduduki  takhta  kesul-
           tanan.  Kapita  Laut  Kentu  Koda  berusaha  menggantikan  ke-

                                                                      19
   23   24   25   26   27   28   29   30   31   32   33