Page 24 - SEJARAH PERLAWANAN TERHADAP IMPREALISME DAN KOLOLISME DI DAERAH SULAWESI TENGGARA
P. 24
Sultan Himayatuddin memastikan bahwa Belanda
akan me nun tut balas a tas segala kerugiannya. Sasaran kema-
rahan Kompeni Belanda tentu ditujukan kepada Sultan.
Pulau Buton pasti mereka serang.
Untuk menghadapi tantangan ini, Sultan Himayatuddin
memerin tahkan kepada seluruh aparat kerajaan untu k
bersiap-siap menghadapi serangan Belanda. Benteng-benteng
pertahanan yang ada di daerah tennasuk benteng pertahanan
di seluruh Kadie (Wilayah) harus diperkuat. Di sebe lah
Tenggara benteng Kraton Buton seki tar 6 km, di atas puncak
bukit Wakausua didir:ikan sebuah bente ng pertahanan baru
se bagai basis pertahanan akhir nanti bila pertahanan di
Kraton tidak memungkinkan lagi.
Kepada seluruh rakya t diperintahkan mempersiapkan
senjata selengkapnya dan dibawa di mana mereka pergi . Bagi
yang me miliki senjata api harus selalu menyiapkan mesiu dan
peluru.
Di samping kesiap-siagaan rakyat , pihak Sara (Penasehat
Kerajaan) :.ikan mempergunakan suatu taktik dengan mem-
perkecil kesalah pengertian pih ak Kompeni dalam bentuk
perundingan. Disadar:i bahwa kemampuan rakyat dalam
mengh adapi persenjataan Belanda yang modern kurang
meyakinkan.
Untuk keselamatan Kerajaan, Sultan Him aya tudclin
yang telah dicurigai K a mp e n~ Belanda diturunkan dari
takhtanya dan digantikan oleh iparnya Hamim Sangia lwo-
lo wa, pu tera Sultan Durul Alam Almarh um. Siasat peng-
ga ntian Sultan ini disampaikan segera kepada Kompeni
Belanda dan untuk diketahui, siasat ini hanyalah untuk
mengela bui mata Kompeni. Sultan Hamim melanjutkan
ke bijaksanaan politik Himayatuddin. lni terbukti bahwa
Himayatud din tetap member:ikan petunj uk-petunjuk kepada
Sultan penggan tinya.
Meskipun demikian, pihak Belanda mengetahui dengan
pasti keterlibatan Himayatuddin dan Sultan Hamim dalam
peristiwa perlawanan Frans Frous di Koba Ena. Sultan
15