Page 578 - Karen Armstong - Sejarah Tuhan
P. 578

http://pustaka-indo.blogspot.com
             bahwa  kemurtadan  merupakan  sebuah  misteri  yang  sakral.
             Kedua  kelompok  itu  percaya  bahwa  sebutir  gandum  harus
             dibusukkan  di  dalam  tanah  agar  bisa  berbuah;  mereka
             percaya bahwa Taurat yang lama sudah mati dan digantikan
             oleh   hukum    baru   dari   Roh   Kudus.   Keduanya
             mengembangkan  konsepsi  ketuhanan  Trinitarian  dan
             Inkarnasional.

             Sebagaimana kebanyakan kaum Kristen abad ketujuh belas
             dan  kedelapan  belas,  Sabbatarian  percaya  bahwa  mereka
             tengah  berdiri  di  ambang  dunia  baru.  Para  Kabbalis
             berulang-ulang  menyatakan  bahwa  pada  hari  Akhir  misteri
             sejati  Tuhan,  yang  telah  menjadi  kabur  selama  di
             pengasingan,  akan  diungkapkan.  Para  Sabbatarian  yang
             percaya bahwa mereka hidup di era Mesianik merasa bebas
             untuk melepaskan diri dari kepercayaan lama tentang Tuhan,
             meskipun  itu  berarti  menerima  teologi  yang  jelas-jelas
             menghujat. Abraham Cardazo (w. 1706), yang lahir sebagai
             seorang  Marrano  dan  mempelajari  teologi  Kristen,  percaya
             bahwa semua orang Yahudi ditakdirkan untuk murtad karena
             dosa-dosa  mereka.  Ini  merupakan  hukuman  bagi  mereka.
             Akan tetapi, Tuhan telah menyelamatkan umatnya dari takdir
             yang  buruk  ini  dengan  membiarkan  seorang  Mesias
             melakukan  pengurbanan  besar  atas  nama  mereka.  Dia  tiba
             pada  kesimpulan  mengerikan  bahwa  selama  berada  di
             pengasingan,  kaum  Yahudi  telah  kehilangan  seluruh
             pengetahuan yang benar tentang Tuhan.

             Seperti  halnya  kaum  Kristen  dan  Deis  zaman  Pencerahan,
             Cardazo berusaha untuk membuang apa yang dipandangnya
             sebagai  bid‘ah  tidak  autentik  dari  agamanya  dan  kembali
             kepada  keyakinan  murni  Alkitab.  Dapat  diingat  lagi  bahwa
             selama  abad  kedua,  beberapa  orang  Kristen  Gnostik  telah
             mengembangkan  sejenis  metafisika  antiSemitisme  dengan




                            ~571~ (pustaka-indo)
   573   574   575   576   577   578   579   580   581   582   583