Page 581 - Karen Armstong - Sejarah Tuhan
P. 581
http://pustaka-indo.blogspot.com
mulai percaya bahwa Shabbetai Zevi tidak hanya seorang
Mesias, tetapi juga inkarnasi Tuhan. Seperti halnya dalam
Kristen, kepercayaan semacam ini berkembang perlahan-
lahan. Abraham Cardazo mengajarkan sebuah doktrin yang
mirip dengan kepercayaan Paulus pada kemuliaan Yesus
setelah kebangkitannya: penebusan dosa dimulai pada saat
kemurtadan Shabbetai, ketika itu dia diangkat ke hadirat
Trinitas parzufim: “Yang Suci [Malka Kadisha] telah
merahmati-Nya, mengangkat Dia ke atas dan Shabbetai Zevi
49
naik menjadi Tuhan di tempatnya.” Dengan demikian, dia
telah dipromosikan kepada status ketuhanan dan menempati
kedudukan sebagai Tuhan Israel, parzuf kedua. Segera
setelah itu Donmeh, yang telah menganut Islam, membawa
gagasan ini lebih jauh dan memutuskan bahwa Tuhan Israel
telah turun dan menitis di dalam diri Shabbetai. Karena
mempercayai bahwa setiap pemimpin mereka merupakan
titisan sang Mesias, para pemimpin itu pun menjadi avatar-
avatar seperti halnya, mungkin, para imam Syiah. Oleh
karena itu, setiap generasi pemurtad memiliki seorang
pemimpin yang merupakan titisan Tuhan.
Jacob Frank (1726-1791), yang memimpin para murid
Ashkenaziknya menerima baptisme pada 1759, secara tidak
langsung pernah menyatakan bahwa dirinya adalah inkarnasi
Tuhan sejak awal. Dia digambarkan sebagai tokoh yang
paling menakutkan dalam keseluruhan sejarah Yudaisme. Dia
tidak mengenyam pendidikan dan bangga akan hal itu, tetapi
memiliki kemampuan untuk mengembangkan sebuah mitologi
gelap yang memesona banyak orang Yahudi yang merasa
agama mereka kosong dan tidak memuaskan. Frank
mengajarkan bahwa Tuhan yang lama telah digantikan.
Bahkan semua agama harus dihancurkan agar Tuhan dapat
memancarkan sinar dengan terang. Dalam risalahnya Slowa
Panskie (Firman-Firman Tuhan), dia membawa
~574~ (pustaka-indo)

