Page 576 - Karen Armstong - Sejarah Tuhan
P. 576

http://pustaka-indo.blogspot.com
             paling  mencolok  dari  pengalaman  keagamaan  tentang
             pembebasan  adalah  kemampuannya  menafikan  fakta  dan
             rasio.  Ketika  dihadapkan  pada  pilihan  melupakan  harapan
             baru  atau  menerima  sang  Mesiah  yang  murtad,  sejumlah
             besar  orang  Yahudi  dari  semua  kelas  masyarakat  menolak
             untuk  tunduk  kepada  fakta  sejarah  yang  pahit.  Nathan  dari
             Gaza  menghabiskan  sisa  umurnya  untuk  mendakwahkan
             misteri  Shabbetai:  dengan  menganut  Islam,  berarti  dia  telah
             melanjutkan pertempuran lamanya melawan kekuatan jahat.
             Shabbetai terpaksa menodai kesucian umatnya dengan turun
             ke alam kegelapan demi membebaskan kelipoth.  Dia  telah
             menerima  beban  tragis  misinya  dan  turun  ke  tempat
             terbawah untuk menaklukkan alam tak bertuhan dari dalam.
             Di  Turki  dan  Yunani,  sekitar  dua  ratus  keluarga  tetap  setia
             kepada Shabbetai: setelah kematiannya mereka memutuskan
             untuk  meneladaninya  demi  melanjutkan  peperangannya
             melawan  kejahatan  dan  menganut  agama  Islam  secara
             massal  pada  tahun  1683.  Secara  diam-diam  mereka  tetap
             setia kepada agama Yahudi, menjalin hubungan erat dengan
             para rabi dan berkumpul di sinagoga tersamar dari rumah ke
             rumah.  Pada  tahun  1689,  pemimpin  mereka  Jacob  Querido
             melaksanakan  ibadah  haji  ke  Makkah,  dan  janda  Mesias
             mengumumkan  dirinya  sebagai  reinkarnasi  Shabbetai  Zevi.
             Masih  ada  sekelompok  kecil  Donmeh  (orang  murtad)  di
             Turki  yang  secara  lahiriah  menjalani  ajaran  Islam,  namun
             secara  diam-diam  tetap  berpegang  teguh  pada  agama
             Yahudi.

             Para  Sabbatarian  lain  tidak  bersikap  sejauh  ini,  tetapi  tetap
             setia  kepada  Mesias  mereka  dan  kepada  sinagoga.  Jumlah
             Sabbatarian-rahasia  ini  lebih  banyak  dari  yang  pernah
             diperkirakan.  Selama  abad  kesembilan  belas,  banyak  orang
             Yahudi  yang  berasimilasi  dengan,  atau  menganut,  bentuk
             Yudaisme  yang  lebih  liberal  merasa  malu  memiliki  leluhur




                            ~569~ (pustaka-indo)
   571   572   573   574   575   576   577   578   579   580   581