Page 575 - Karen Armstong - Sejarah Tuhan
P. 575
http://pustaka-indo.blogspot.com
Pengalaman pembebasan kini tak lagi merupakan hak
istimewa segelintir orang, namun menjadi khazanah yang bisa
dicapai oleh orang awam. Untuk pertama kalinya orang
Yahudi merasa bahwa hidup mereka bermakna; penebusan
dosa bukan lagi merupakan harapan masa depan yang kabur,
namun adalah sesuatu yang nyata dan penuh makna di masa
sekarang. Pembebasan telah tiba! Letupan perasaan yang
tiba-tiba ini menciptakan kesan tak terhapuskan. Mata
seluruh Yahudi tertuju ke Gallipoli, tempat Shabbetai berhasil
menarik hati penangkapnya. Wazir Turki merumahkannya
dalam suasana yang menyenangkan. Shabbetai
menandatangani surat-suratnya dengan pernyataan: “Aku
adalah Penguasa Tuhanmu, Shabbetai Zevi.” Namun, ketika
dia dibawa kembali ke Istanbul untuk diadili, sekali lagi dia
ditimpa depresi. Sultan memberinya pilihan menganut Islam
atau mati: Shabbetai memilih Islam dan segera dibebaskan.
Kepadanya diberikan tunjangan kerajaan dan wafat sebagai
Muslim yang taat pada 17 September 1676.
Tentunya berita mengejutkan itu mengecewakan para
pendukungnya, banyak di antara mereka yang pada saat itu
juga kehilangan iman. Para rabi berupaya menghapus
kenangan tentang dirinya dari muka bumi: mereka
menghancurkan semua surat, pamflet, dan risalah tentang
Shabbetai. Hingga saat ini, masih banyak orang Yahudi yang
malu akan aib Mesianik tersebut dan kesulitan untuk
menyikapinya. Para rabi maupun rasionalis meremehkan arti
pentingnya. Namun, baru-baru ini banyak ilmuwan yang
mengikuti pemahaman Gershom Scholem atas episode yang
48
ganjil ini. Agak mengherankan, banyak orang Yahudi yang
tetap setia kepada Mesias mereka, walaupun dengan
kemurtadannya. Pengalaman penebusan dosa merupakan hal
yang sangat besar sehingga mereka tidak percaya bahwa
Tuhan membiarkan mereka tertipu. Salah satu hal yang
~568~ (pustaka-indo)

