Page 579 - Karen Armstong - Sejarah Tuhan
P. 579
http://pustaka-indo.blogspot.com
membedakan Tuhan Yesus Kristus yang gaib dari Tuhan
kaum Yahudi yang kejam, yang bertanggung jawab atas
penciptaan alam. Kini secara tanpa sadar, Cardazo
menghidupkan kembali gagasan kuno ini, tetapi
memutarbalikkannya dengan sempurna. Dia juga
mengajarkan bahwa ada dua Tuhan: satunya adalah Tuhan
yang mewahyukan diri kepada Israel dan satunya lagi adalah
yang diketahui umum. Dalam setiap peradaban, orang-orang
telah membuktikan adanya Sebab Pertama: ini adalah Tuhan
Aristoteles yang disembah oleh seluruh dunia pagan. Tuhan
ini tidak memiliki makna religius: dia tidak pernah
menciptakan alam dan sama sekali tidak menaruh perhatian
pada manusia; oleh karena itu, dia tidak mewahyukan dirinya
dan tak pernah disebut di dalam Alkitab. Tuhan yang kedua
adalah Tuhan yang pernah mewahyukan diri kepada Ibrahim,
Musa, dan nabi-nabi lain. Tuhan ini sangat berbeda; dia telah
menciptakan alam dari ketiadaan, telah menyelamatkan
Israel dan menjadi Tuhan Israel. Akan tetapi, di pengasingan,
filosof-filosof semacam Saadia dan Maimonides dikelilingi
oleh goyim dan menyerap beberapa pemikiran mereka.
Akibatnya mereka telah menyamakan kedua Tuhan itu dan
mengajarkan kepada orang Yahudi bahwa keduanya adalah
satu dan sama. Akibatnya orang-orang Yahudi mulai
menyembah Tuhan para filosof itu seolah-olah dia adalah
Tuhan nenek moyang mereka.
Bagaimana kedua Tuhan itu berhubungan satu sama lain?
Cardazo mengembangkan teologi Trinitarian untuk
menjelaskan ilah tambahan ini tanpa meninggalkan
monoteisme Yahudi. Ada Tuhan Tertinggi yang terdiri atas
tiga hypostases atau parzufim (wajah): yang pertama
disebut Atika Kadisha, Yang Suci dan Terdahulu. Inilah
Sebab Pertama. Parzuf kedua, yang beremanasi dari yang
pertama, disebut Malka Kadisha, dialah Tuhan Israel.
~572~ (pustaka-indo)

