Page 580 - Karen Armstong - Sejarah Tuhan
P. 580
http://pustaka-indo.blogspot.com
Parzuf ketiga adalah Shekinah, yang terasing dari Tuhan
Tertinggi seperti yang telah dijelaskan oleh Isaac Luria.
Cardazo menyatakan bahwa “ketiga simpul keimanan” ini
bukanlah tiga Tuhan yang sama sekali terpisah, melainkan
menyatu secara misterius, karena ketiganya
memanifestasikan satu Tuhan Tertinggi. Cardazo adalah
seorang Sabbatarian moderat. Dia tidak percaya bahwa dia
harus menjadi murtad sebab Shabbetai Zevi telah
melaksanakan kewajiban berat itu atas namanya. Akan
tetapi, dengan mengetengahkan Trinitas, dia sebenarnya telah
melanggar sebuah pantangan. Sejak berabadabad lalu, orang
Yahudi telah membenci Trinitarianisme, yang mereka anggap
sebagai penghujatan dan keberhalaan. Namun, sekelompok
besar Yahudi tertarik pada visi terlarang ini.
Tahun-tahun berlalu tanpa satu pun perubahan yang terjadi di
dunia. Kaum Sabbatarian pun memodifikasi harapan-harapan
Mesianik mereka. Sabbatarian semacam Nehemiah Hayim,
Samuel Primo, dan Jonathan Eibeschütz tiba pada
kesimpulan bahwa “misteri ketuhanan” (sod ha-elohut)
tidak pernah terungkap secara utuh pada tahun 1666.
Shekinah memang mulai “bangkit dari debu”, seperti yang
diramalkan Luria, tetapi belum kembali bersatu dengan
Tuhan. Penebusan dosa adalah sebuah proses bertahap, dan
selama masa transisi ini diizinkan untuk melanjutkan
pengamalan hukum lama dan beribadah di sinagoga, sambil
diam-diam tetap setia kepada doktrin Mesianik.
Sabbatarianisme yang telah direvisi ini memperlihatkan
betapa banyak rabi yang masih percaya bahwa Shabbetai
Zevi adalah Mesias tetap berdiri di atas mimbar-mimbar
selama abad kedelapan belas.
Para ekstremis murtad yang mengadopsi teologi Inkarnasi
berarti telah melanggar pantangan Yahudi yang lain. Mereka
~573~ (pustaka-indo)

