Page 585 - Karen Armstong - Sejarah Tuhan
P. 585
http://pustaka-indo.blogspot.com
Eropa Barat yang relatif lebih aman. Puluhan ribu orang
Yahudi telantar dan banyak di antara mereka menjadi
gelandangan, berkelana dari kota ke kota, karena dilarang
mendirikan tempat tinggal yang permanen. Para rabi yang
menetap biasanya berasal dari golongan yang rendah dan
menjadikan rumah-rumah ibadah sebagai tempat berlindung
dari realitas dunia luar yang suram. Kabbalis Pengembara
berbicara tentang kekejaman dan kegelapan dunia achra
sitra, Sisi lain, yang terpisah dari Tuhan. Bencana Shabbetai
Zevi juga berkontribusi terhadap rasa kecewa dan anomi
khalayak. Sebagian Yahudi Ukrania telah dipengaruhi oleh
gerakan Kristen Pietis, yang juga tumbuh di gereja Ortodoks
Rusia. Kaum Yahudi telah mulai menciptakan bentuk agama
karismatik yang serupa. Ada laporan tentang orang Yahudi
yang jatuh ke dalam ekstasi, bernyanyi dan bertepuk tangan
ketika berdoa. Selama 1730-an, salah seorang tokoh ekstatik
ini muncul sebagai pemimpin agama hati versi Yahudi dan
mendirikan aliran yang dikenal sebagai Hasidisme. Israel ben
Eliezer bukanlah seorang ilmuwan. Dia lebih suka berjalan di
dalam hutan, menyanyikan lagu dan berkisah kepada anak
kecil, serta belajar Talmud. Dia dan istrinya hidup miskin dan
terhina di Polandia Selatan dalam sebuah gubuk di
Pegunungan Carpathian. Selama beberapa tahun dia
menggali kapur dan menjualnya kepada penduduk di dekat
kota. Kemudian, dia dan istrinya menjadi pelayan
penginapan. Akhirnya, ketika berusia kira-kira tiga puluh
enam tahun, dia menyatakan diri sebagai seorang penyembuh
iman dan ahli mengusir setan. Dia melakukan perjalanan ke
berbagai desa di Polandia, mengobati penyakit para petani
dan penduduk kota dengan ramuan rempah-rempah, jimat,
dan mantra-mantra. Ada banyak dukun pada masa itu yang
mengaku bisa menyembuhkan penyakit dengan Nama
Tuhan. Israel kini menjadi seorang Baal Shem Tov, Pemilik
Nama Yang Mahabaik. Meski tidak pernah ditahbiskan, para
~578~ (pustaka-indo)

