Page 589 - Karen Armstong - Sejarah Tuhan
P. 589

http://pustaka-indo.blogspot.com
             betapa visi mereka telah mengubah seluruh dunia.

             Berbeda dengan Spinoza dan sebagian Kristen radikal, Besht
             tidak  bermaksud  bahwa  segalanya  adalah  Tuhan  tetapi
             semua  wujud  bereksistensi  di  dalam  Tuhan,  yang  telah
             memberikan  mereka  kehidupan  dan  wujud.  Tuhan  adalah
             kekuatan  vital  yang  menjaga  segala  sesuatu  tetap
             bereksistensi. Dia tidak percaya bahwa Hasidim bisa menjadi
             Tuhan melalui pengamalan devekuth atau bahkan mencapai
             kebersatuan  dengan  Tuhan—keberanian  semacam  itu
             tampak  terlalu  jauh  bagi  semua  mistikus  Yahudi.  Alih-alih,
             hasidim  akan  menjadi  dekat  dengan  Tuhan  dan  sadar  akan
             kehadirannya. Kebanyakan dari mereka adalah orang-orang
             sederhana  dan  awam,  dan  mereka  acap  mengekspresikan
             diri  secara  berlebihan,  seraya  memaklumi  bahwa  mitologi
             mereka  tidak  dapat  dipahami  secara  harfiah.  Mereka  lebih
             menyukai kisah-kisah daripada filsafat atau diskusi Talmudik,
             dan  menganggap  fiksi  sebagai  sarana  terbaik  untuk
             menyampaikan  pengalaman  yang  tidak  banyak  terkait
             dengan  fakta  dan  akal.  Visi  mereka  merupakan  upaya
             imajinatif  untuk  menyuarakan  kesalingtergantungan  antara
             Tuhan  dan  manusia.  Tuhan  bukanlah  realitas  objektif  dan
             eksternal: Hasidim percaya bahwa dalam pengertian tertentu
             mereka  menciptakan  Tuhan  dengan  mengutuhkannya
             kembali setelah keterserakannya. Dengan menyadari adanya
             serpihan  ketuhanan  di  dalam  diri  mereka,  mereka  akan
             menjadi manusia yang lebih utuh. Dov Baer, penerus Besht,
             berkata  bahwa  Tuhan  dan  manusia  merupakan  satu
             kesatuan: seorang manusia hanya akan menjadi adâm seperti
             yang  dikehendaki  Tuhan  pada  hari  penciptaan  jika  dia
             kehilangan  kesadaran  tentang  keterpisahannya  dari  seluruh
             eksistensi  dan  berubah  menjadi  “figur  kosmik  manusia
             pertama,  seperti  yang  dilihat  Yehezkiel  duduk  di  atas
                        58
             singgasana”.   Inilah  ekspresi  khas  Yahudi  yang  sangat


                            ~582~ (pustaka-indo)
   584   585   586   587   588   589   590   591   592   593   594