Page 592 - Karen Armstong - Sejarah Tuhan
P. 592

http://pustaka-indo.blogspot.com
             Jika hanya menggunakan logika dan konsep-konsep, mereka
             pasti akan tetap terpenjara dalam ide atau bentuk pemikiran
             yang  telah  mapan.  Tak  jarang  penemuan  mereka  seakan-
             akan  “dianugerahkan”  dari  luar.  Mereka  berbicara  tentang
             visi dan inspirasi. Edward Gibbon (1737-94), yang membenci
             antusiasme  religius,  mengalami  peristiwa  visioner  ketika
             merenungkan  keruntuhan  Capitol  di  Roma.  Peristiwa  inilah
             yang mendorongnya untuk menulis The Decline and Fall of
             the  Roman  Empire.  Mengomentari  pengalaman  ini,
             sejarahwan   abad    kedua   puluh   Arnold   Toynbee
             menggambarkannya  sebagai  “penyatuan”:  “dia  secara
             langsung  menjadi  sadar  akan  lintasan  Sejarah  yang  dengan
             lembut  mengalir  pesat  melalui  dirinya,  dan  hidupnya  sendiri
             bergemuruh bagaikan gelombang pasang yang besar.” Saat-
             saat  inspiratif  seperti  itu,  demikian  Toynbee  menyimpulkan,
             serupa  dengan  “yang  pernah  digambarkan  sebagai
             pengalaman  melihat  Tuhan  oleh  jiwa  yang  pernah
                           62
             mengalaminya”.   Albert  Einstein  juga  mengklaim  bahwa
             mistisisme adalah “benih dari seluruh seni dan sains sejati”:


                   Mengakui  bahwa  sesungguhnya  apa  yang  tidak
                   bisa  kita  jangkau  itu  benar-benar  ada,
                   mewujudkan    dirinya   kepada   kita   sebagai
                   kearifan    tertinggi   dan    keindahan    yang
                   bersinar  tiada  tara,  yang  hanya  dapat
                   dipahami  oleh  akal  gersang  kita  dalam
                   bentuknya  yang  paling  primitif—pengetahuan
                   ini,  perasaan  ini,  berada  pada  inti  semua
                   sikap  beragama  yang  sejati.  Dalam  pengertian
                   inilah,  hanya  dalam  pengertian  ini,  aku
                   termasuk  kelompok  orang  yang  beragama  dengan
                   taat. 63
             Dalam  pengertian  ini,  pencerahan  agama  yang  ditemukan
             oleh  para  mistikus  semacam  Besht  dapat  dilihat  serupa
             dengan  beberapa  pencapaian  lain  di  Zaman  Akal:  ia



                            ~585~ (pustaka-indo)
   587   588   589   590   591   592   593   594   595   596   597