Page 594 - Karen Armstong - Sejarah Tuhan
P. 594

http://pustaka-indo.blogspot.com
             membantu  kita  menemukan  Tuhan  yang  berada  di  dunia
             sekeliling kita.

             Habad  mendukung  keyakinan  era  Pencerahan  tentang
             kemampuan  akal  manusia  untuk  mencapai  Tuhan,  tetapi
             dengan  melalui  metode  konsentrasi  mistikal  dan  paradoks
             yang sudah dikenal sejak lama. Sebagaimana halnya Besht,
             Zalman yakin bahwa siapa pun dapat mencapai penglihatan
             akan Tuhan: Habad bukan untuk sekelompok elit mistik saja.
             Bahkan, orang-orang yang tidak memiliki bakat spiritual pun
             mampu  mencapai  pencerahan.  Tetapi,  ini  memang  perlu
             kerja  keras.  Sebagaimana  dijelaskan  oleh  Rabi  Dov  Baer
             dari Lubavitch (1773-1827), putra Zalman, dalam risalahnya
             Tract on Ecstasy, seseorang harus memulai dengan persepsi
             memilukan  tentang  ketidaklayakannya.  Kontemplasi  otak
             semata  tidaklah  cukup:  mesti  disertai  dengan  analisis  diri,
             belajar  Taurat  dan  berdoa.  Adalah  menyakitkan  untuk
             meninggalkan praduga intelektual dan imajinatif kita tentang
             dunia,  dan  kebanyakan  orang  sangat  berkeberatan  untuk
             meninggalkan sudut pandang mereka. Sekali mereka berhasil
             melampaui  egotisme  ini,  seorang  Hasid  akan  menyadari
             bahwa  tak  ada  realitas  kecuali  Tuhan.  Seperti  halnya  sufi
             yang  mengalami fana,  Hasid  akan  mencapai  ekstasi.  Baer
             menjelaskan  bahwa  dia  akan  melampaui  dirinya  sendiri:
             “seluruh wujudnya menjadi begitu terserap sehingga tak ada
             yang tersisa dan dia tidak lagi memiliki kesadaran diri sama
                    65
             sekali.”  latihan-latihan Habad membuat Kabbalah menjadi
             sebuah  sarana  analisis  psikologis  dan  pengenalan  diri,  yang
             mengajarkan  Hasid  untuk  turun,  setahap  demi  setahap,  ke
             alam  batinnya  yang  lebih  dalam  hingga  dia  mencapai  inti
             dirinya  sendiri.  Di  sana,  dia  menemukan  Tuhan  yang
             merupakan  satu-satunya  realitas  sejati.  Akal  bisa
             menemukan  Tuhan  melalui  latihan  pemikiran  dan  imajinasi,
             namun ini bukanlah Tuhan objektif seperti yang diasumsikan



                            ~587~ (pustaka-indo)
   589   590   591   592   593   594   595   596   597   598   599