Page 597 - Karen Armstong - Sejarah Tuhan
P. 597

http://pustaka-indo.blogspot.com
             keberagamaan  yang  baru  ini,  yang  tampak  lebih  segar  dan
             lebih  bersemangat  daripada  kebanyakan  aliran  sufisme.
             Selama  abad  kesembilan  belas,  Wahhabisme  menjadi
             gerakan  Islam  yang  dominan  dan  sufisme  semakin
             terpinggirkan  dan,  akhirnya,  menjadi  lebih  tak  jelas  dan
             bersifat  takhayul.  Sebagaimana  orang-orang  Yahudi  dan
             Kristen, kaum Muslim mulai menarik diri dari mistisme dan
             mengadopsi bentuk keberagamaan yang lebih rasionalistik.

             Di  Eropa  sejumlah  kecil  orang  malah  mulai  berpaling  dari
             Tuhan.  Pada  1729,  Jean  Meslier,  seorang  pendeta  yang
             menjadi  teladan  semasa  hidupnya,  mati  sebagai  seorang
             ateis. Dia mewariskan sebuah memoar yang disebarkan oleh
             Voltaire.  Memoar  itu  mengungkapkan  kemuakannya
             terhadap  kemanusiaan  dan  ketidakmampuannya  untuk
             percaya  kepada  Tuhan.  Ruang  Newtonian  yang  tak
             berhingga,  menurut  keyakinan  Meslier,  adalah  satu-satunya
             realitas  abadi:  tak  ada  yang  bereksistensi  kecuali  materi.
             Agama adalah alat yang dipakai oleh orang-orang kaya untuk
             menindas kaum papa dan membuat mereka menjadi semakin
             tak berdaya. Agama Kristen dicirikan oleh doktrin-doktrinnya
             yang  tak  masuk  akal,  seperti  Trinitas  dan  Inkarnasi.
             Pengingkarannya  terhadap  Tuhan  terlalu  kenyal  bahkan
             untuk  para  philosophes.  Voltaire  menghilangkan  bagian
             yang  secara  spesifik  bernada  ateistik  dan  mengubah  sang
             pendeta menjadi seorang Deis. Namun demikian, sejak akhir
             abad  itu,  ada  beberapa  filosof  yang  bangga  menyebut  diri
             sebagai ateis, meskipun jumlah mereka masih sangat sedikit.
             Ini  merupakan  perkembangan  yang  sama  sekali  baru.  Di
             masa-masa  sebelumnya,  “ateis”  merupakan  istilah  yang
             sering   disalahgunakan,   khususnya   sebagai   cercaan
             menyakitkan  untuk  ditimpakan  kepada  lawan  Anda.  Kini,
             istilah itu mulai dipakai sebagai sebutan kebanggaan. Filosof
             Skotlandia  David  Hume  (1711-1776)  telah  membawa




                            ~590~ (pustaka-indo)
   592   593   594   595   596   597   598   599   600   601   602