Page 602 - Karen Armstong - Sejarah Tuhan
P. 602
http://pustaka-indo.blogspot.com
untuk melampaui dunia ini. Noda mulai muncul ketika
manusia mulai mempersonifikasikan matahari, angin, dan laut
untuk menciptakan dewa-dewa dalam citra dan keserupaan
mereka sendiri. Akhirnya mereka menyatukan semua dewa
ini ke dalam satu Tuhan besar, yang tidak merupakan apa-
apa kecuali proyeksi dan sekumpulan kontradiksi. Selama
berabad-abad, yang dilakukan oleh para penyair dan teolog
tak lain dari
menciptakan seorang manusia raksasa yang
dibesar-besarkan, yang akan mereka jadikan
khayali melalui penisbahan sifat-sifat yang
tidak layak. Manusia tidak melihat Tuhan,
kecuali sebagai wujud manusia, yang
proporsinya mereka upayakan untuk menjadi
teramat luas hingga terbentuk suatu wujud
yang secara menyeluruh tidak lagi bisa
dikonsepsikan.
Sejarah memperlihatkan bahwa adalah mustahil untuk
mendamaikan apa yang disebut sebagai kebaikan Tuhan
dengan kemahakuasaannya. Karena tiadanya koherensi, ide
tentang Tuhan cenderung beragam. Para filosof dan ilmuwan
telah berupaya keras untuk menyelamatkannya, namun
mereka tidak lebih berhasil daripada para penyair dan teolog.
“Hautes perfection” yang diklaim oleh Descartes telah
dibuktikannya hanya merupakan produk imajinasinya.
Bahkan, tokoh besar Newton adalah “tawanan praduga
kekanak-kanakannya”. Dia telah menemukan ruang mutlak
dan menciptakan Tuhan dari ketiadaan yang ternyata
hanyalah “un homme puissant”, penguasa lalim yang
menteror manusia dan membuat mereka berada dalam
kondisi sebagai budak. 69
Untungnya Pencerahan membawa manusia keluar dari sifat
kanak-kanaknya. Sains akan menggantikan agama. “Jika
~595~ (pustaka-indo)

