Page 603 - Karen Armstong - Sejarah Tuhan
P. 603
http://pustaka-indo.blogspot.com
ketidaktahuan tentang alam telah melahirkan dewa-dewa,
pengetahuan tentang alam akan membinasakan mereka.” 70
Tidak ada kebenaran yang lebih tinggi atau pola-pola yang
mendasari, tak ada rancangan besar. Yang ada hanyalah
alam itu sendiri:
Alam bukanlah sebuah karya: ia telah selalu
ada dengan sendirinya; segalanya diatur dari
dalam dirinya sendiri; ia adalah sebuah
laboratorium raksasa, dilengkapi dengan
bahan-bahan, dia menciptakan peralatan yang
diperlukan bagi tindakannya sendiri. Semua
pekerjaannya merupakan akibat dari energinya
sendiri, dan energi dari semua perantara atau
sebab-sebab yang diciptakannya, yang
dikandungnya, yang digerakkannya. 71
Tuhan bukan hanya tidak diperlukan namun juga berbahaya.
Pada akhir abad itu, Pierre-Simon de Laplace (1749-1827)
telah mengusir Tuhan dari fisika. Sistem keplanetan menjadi
pendaran luas yang berpusat di matahari, yang secara lambat
laun mendingin. Ketika Napoleon bertanya kepadanya:
“Siapa yang menciptakan ini?” laplace dengan gampang
menjawab: “Je n’avais pas besoin de cette hypothèselà.”
Selama berabad-abad kaum monoteis dalam ketiga agama
telah menegaskan bahwa Tuhan bukan sekadar suatu wujud
lain. Dia tidak bereksistensi seperti fenomena lain yang kita
alami. Namun di Barat, para teolog Kristen menjadi terbiasa
berbicara tentang Tuhan seakan-akan dia adalah salah satu
dari eksistensi yang kita temukan sehari-hari. Mereka
menaklukkan sains baru untuk membuktikan realitas objektif
Tuhan seolah-olah dia bisa diuji dan dianalisis sebagaimana
yang lainnya. Diderot, Holbach, dan Laplace telah
menjungkirbalikkan usaha ini dan tiba pada kesimpulan yang
sama dengan kaum mistik yang ekstrem: tak ada apaapa di
~596~ (pustaka-indo)

