Page 607 - Karen Armstong - Sejarah Tuhan
P. 607
http://pustaka-indo.blogspot.com
2
entah itu telah ada sebelumnya atau tidak.” Akal hanya
memiliki peran terbatas dalam proses kreatif ini. Keats juga
menguraikan keadaan pikiran yang dia sebut “Kapabilitas
Negatif”, “ketika seorang manusia mampu berada dalam
ketidakpastian, misteri, keraguan tanpa sedikit pun tergoda
3
untuk meraih fakta dan akal.” Seperti seorang mistikus,
sang penyair harus melampaui akal dan membiarkan dirinya
berada dalam sikap menanti yang hening.
Para mistikus Abad Pertengahan telah melukiskan
pengalaman tentang Tuhan lewat cara yang kurang lebih
sama. Ibn Al-Arabi bahkan telah berbicara tentang imajinasi
yang menciptakan pengalamannya sendiri tentang realitas
Tuhan yang tak tercipta di kedalaman diri. Sekalipun Keats
bersikap kritis terhadap William Wordsworth (1770-1850),
pelopor gerakan Romantik di Inggris bersama Samuel Taylor
Coleridge (1772-1834), mereka memiliki pandangan yang
sama tentang imajinasi. Puisi terbaik Wordsworth merayakan
persenyawaan akal manusia dengan alam, yang saling
beraksi dan bereaksi terhadap satu sama lain untuk
4
menciptakan visi dan makna. Wordsworth sendiri adalah
seorang mistikus yang pengalamannya tentang alam mirip
dengan pengalaman tentang Tuhan. Di dalam Lines
Composed a Few Miles above Tintern Abbey, dia
melukiskan keadaan pikiran yang terbuka yang melahirkan
visi ekstatik tentang realitas:
Perasaan yang diberkati itu
Yang di dalamnya beban misteri,
Beban yang berat dan yang lelah
Dari seluruh alam yang tak tercerap ini,
Menjadi ringan: perasaan yang tenteram dan
diberkati itu
Yang di dalamnya rasa cinta dengan lembut
menggiring kita,—
~600~ (pustaka-indo)

