Page 610 - Karen Armstong - Sejarah Tuhan
P. 610
http://pustaka-indo.blogspot.com
dan Nanti, melihat” dan mendengarkan Firman Suci yang
diucapkan kepada umat manusia pada zaman primordial:
Berseru kepada jiwa yang tergelincir,
Dan menangis di embun senja
Yang mungkin mengendalikan
Kutub bertabur bintang,
9
Dan jatuh, jatuh, cahaya menjadi baru.
Sebagaimana halnya kaum Gnostik dan Kabbalis, Blake
menyuarakan keadaan kejatuhan mutlak. Visi yang sejati
takkan diraih, kecuali jika manusia memahami keadaan
mereka yang tergelincir. Seperti para mistikus terdahulu,
Blake menggunakan ide tentang kejatuhan asal untuk
melambangkan proses yang senantiasa hadir di dalam
realitas material di sekitar kita.
Blake memberontak terhadap visi Zaman Pencerahan yang
telah berusaha untuk mensistematisasi kebenaran. Dia juga
memberontak terhadap Tuhan dalam konsepsi Kristen yang
telah digunakan untuk mengalienasi manusia dari
kemanusiaannya. Tuhan ini telah diciptakan untuk
menyebarluaskan hukum-hukum tak alamiah yang
mengekang seksualitas, kebebasan, dan kegembiraan yang
spontan. Blake mencerca “simetri menakutkan” Tuhan yang
tak manusiawi ini dalam The Tyger. Blake menyebut Tuhan
ini sangat berjarak dari dunia “sejauh ufuk dan lubuk” yang
tak terperi. Namun Tuhan yang sama sekali berbeda ini,
Sang Pencipta Alam, mengalami perubahan di dalam puisi.
Tuhan ini sendiri yang mesti jatuh ke dunia dan mati dalam
10
pribadi Yesus. Dia bahkan menjadi setan, musuh umat
manusia. Sebagaimana halnya kaum Gnostik, Kabbalis, dan
Trinitarian generasi awal, Blake membayangkan kenosis,
pengosongan diri di dalam Tuhan, yang turun dari langitnya
yang sunyi dan berinkarnasi di dunia. Tak ada lagi suatu ilah
~603~ (pustaka-indo)

