Page 613 - Karen Armstong - Sejarah Tuhan
P. 613
http://pustaka-indo.blogspot.com
ketika mereka memperoleh visi tentang kesucian. Kaum
Romantik semacam Wordsworth merasakan kekaguman dan
kebergantungan yang sama terhadap spirit yang mereka
temukan di dalam alam. Murid Schleiermacher yang
terkenal, Rudolf Otto, mengeksplorasi pengalaman ini dalam
bukunya yang penting The Idea of the Holy. Dia
menunjukkan bahwa ketika berhadapan dengan transendensi
ini, manusia tak lagi merasa sebagai alfa dan omega bagi
eksistensi.
Di akhir hayatnya, Schleiermacher merasa bahwa mungkin
dia telah terlalu membesar-besarkan arti penting perasaan
dan subjektivitas. Dia sadar bahwa Kristen mulai menjadi
kredo yang usang: beberapa doktrin Kristen menyesatkan
dan membuat keimanan menjadi rentan terhadap
skeptisisme. Doktrin Trinitas, sebagai contoh, cenderung
menimbulkan anggapan tentang adanya tiga tuhan. Murid
Schleiermacher, Albrecht Ritschl (1822-89), memandang
doktrin itu sebagai contoh terang-terangan Helenisasi.
Doktrin ini telah merusak pesan Kristen dengan
memperkenalkan “konsep metafisika yang diturunkan dari
filsafat alam Yunani”, yang sama sekali tak ada hubungannya
14
dengan ajaran Kristen murni. Sungguhpun demikian,
Schleiermacher dan Ritschl gagal menyadari bahwa setiap
generasi memiliki kewajiban untuk menciptakan konsepsi
imajinatifnya sendiri tentang Tuhan, sebagaimana setiap
penyair Romantik harus merasakan kebenaran di dalam
nadinya sendiri. Para Bapa Yunani hanya mengusahakan
konsep Semitik tentang Tuhan yang dapat diterima dengan
cara mengungkapkannya dalam terma kebudayaan mereka
sendiri. Ketika Barat memasuki era teknik modern, ide-ide
lama tentang Tuhan menjadi tidak memadai lagi. Namun
hingga akhir hayatnya, Schleiermacher tetap berpandangan
bahwa emosi keagamaan tidak bertentangan dengan akal.
~606~ (pustaka-indo)

