Page 608 - Karen Armstong - Sejarah Tuhan
P. 608
http://pustaka-indo.blogspot.com
Hingga, jiwa berbingkai jasad ini
Dan bahkan gerak aliran darah kita,
Nyaris terhenti, kita akan terlelap
Di dalam tubuh, dan menjadi jiwa yang hidup:
Sementara, dengan mata yang ditenangkan oleh
kekuatan
Harmoni, dan daya kebahagiaan yang dalam,
Kita akan melihat ke dalam hidup segala
5
sesuatu.
Visi ini berasal dari hati dan perasaan bukan dari apa yang
disebut Wordsworth sebagai “akal usil” yang daya analitisnya
yang telanjang bisa merusak intuisi semacam ini. Orang tidak
membutuhkan buku-buku dan teori-teori yang muluk. Yang
dibutuhkan adalah “kepasifan yang bijaksana” dan “hati yang
6
waspada dan terbuka”. Pencerahan dimulai dengan
pengalaman subjektif, tetapi pengalaman ini harus “bijak”,
bukan berdasarkan kebodohan dan hawa nafsu.
Sebagaimana dikatakan Keats, sebuah kebenaran tidak akan
menjadi benar kecuali jika telah dirasakan melalui urat nadi
dan dihidupkan oleh gairah di dalam hati.
Wordsworth telah menangkap “spirit” yang pada saat
bersamaan menyatu sekaligus berbeda dari fenomena alam:
Sebuah kehadiran yang mengusikku dengan
kegembiraan
Pikiran-pikiran yang luhur; perasaan yang
sublim
Tentang sesuatu yang jauh lebih dalam
Yang tempat bersemayamnya adalah cahaya
mentari terbenam,
Dan samudra luas dan udara yang hidup,
Dan langit biru, dan di dalam pikiran
manusia:
Suatu gerak dan spirit, yang mendorong,
Semua yang berpikir, semua objek pikiran,
Dan merambah melalui segala sesuatu. 7
~601~ (pustaka-indo)

