Page 617 - Karen Armstong - Sejarah Tuhan
P. 617

http://pustaka-indo.blogspot.com
             dunia ini: tak ada apa-apa, kecuali kehendak instingtif semata
             untuk  hidup.  Pandangan  suram  ini  menarik  bagi  sisi  gelap
             gerakan Romantik. Akan tetapi, dia tidak mengesampingkan
             semua  ajaran  agama.  Schopenhauer  percaya  bahwa  Hindu
             dan Buddha (dan orang-orang Kristen yang meyakini bahwa
             hidup  adalah  kesia-siaan  belaka)  telah  tiba  pada  konsepsi
             yang  sama  tentang  realitas  ketika  mereka  mengatakan
             bahwa  segala  yang  ada  di  dunia  ini  hanyalah  ilusi.  Karena
             tak ada “Tuhan” yang akan menyelamatkan kita; hanya seni,
             musik,  dan  sikap  penolakan  terhadap  duniawi  dan  kasih
             sayang   yang   dapat   memberi    kita   ketenteraman.
             Schopenhauer  tidak  menaruh  perhatian  terhadap  Yudaisme
             dan Islam, yang menurutnya memiliki pandangan yang terlalu
             simplistik  dan  tendensius  tentang  sejarah.  Pendapatnya
             terbukti: kita menyaksikan pada abad kita kini, kaum Yahudi
             dan  Muslim  mendapatkan  bahwa  pandangan  kuno  mereka
             tentang  sejarah  sebagai  teofani  tidak  dapat  lagi
             dipertahankan.  Banyak  orang  tidak  lagi  berpegang  kepada
             Tuhan  yang  merupakan  Penguasa  Sejarah.  Namun,
             pandangan  Schopenhauer  tentang  penyelamatan  mirip
             dengan  persepsi  kaum  Yahudi  dan  Muslim  yakni  bahwa
             setiap  individu  harus  menciptakan  tujuan  akhir  bagi  dirinya
             sendiri.  Ini  tak  ada  hubungannya  sama  sekali  dengan
             konsepsi  Protestan  tentang  kedaulatan  mutlak  Tuhan,  yang
             berarti bahwa manusia tidak bisa berkontribusi apaapa bagi
             keselamatan  dirinya  sendiri  karena  sepenuhnya  bergantung
             kepada Tuhan yang ada di luar diri mereka.

             Doktrin-doktrin  kuno  tentang  Tuhan  ini  semakin  dianggap
             lemah  dan  tidak  memadai.  Filosof  Denmark,  Soren
             Kierkegaard  (1813-55)  berpendapat  bahwa  berbagai  kredo
             dan  doktrin  kuno  telah  menjadi  berhala,  bertujuan  pada
             dirinya sendiri dan menjadi pengganti realitas Tuhan yang tak
             terlukiskan.  Iman  Kristen  yang  sejati  merupakan  lompatan




                            ~610~ (pustaka-indo)
   612   613   614   615   616   617   618   619   620   621   622