Page 620 - Karen Armstong - Sejarah Tuhan
P. 620
http://pustaka-indo.blogspot.com
dalam Islam penciptaan alam oleh Allah telah diterima begitu
saja, namun tak ada pembahasan terperinci tentang
bagaimana kejadiannya. Sebagaimana semua pernyataan Al-
Quran mengenai Tuhan, doktrin penciptaan hanya
merupakan “tamsil”, tanda atau simbol. Kaum monoteis di
dalam ketiga agama memandang penciptaan sebagai sebuah
mitos, dalam pengertian yang paling positif dari kata tersebut:
penjelasan simbolik untuk membantu manusia menumbuhkan
sikap keagamaan tertentu. Sebagian kaum Yahudi dan
Muslim berupaya menciptakan penafsiran imajinatif atas
kisah penciptaan yang berbeda secara radikal dari pengertian
harfiah mana pun. Namun, di Barat terdapat kecenderungan
untuk memandang Alkitab sebagai kebenaran faktual dalam
setiap perinciannya. Banyak orang yang mulai melihat Tuhan
secara harfiah dan secara fisikal bertanggung jawab atas
segala sesuatu yang terjadi di bumi, dengan cara yang hampir
sama seperti kejadian-kejadian yang kita sebabkan sendiri.
Namun demikian, ada sejumlah orang Kristen yang segera
melihat bahwa penemuan-penemuan Darwin sangat
berbahaya bagi ide tentang Tuhan. Secara garis besar,
Kristen mampu beradaptasi dengan teori evolusi, dan kaum
Yahudi maupun Muslim tidak pernah terusik secara serius
oleh berbagai penemuan ilmiah baru tentang asal usul
kehidupan: kekhawatiran mereka tentang Tuhan, secara
umum, muncul dari sumber yang sangat berbeda,
sebagaimana akan kita saksikan. Tetapi, adalah benar bahwa
ketika sekularisme Barat telah menyebar, ia tak pelak
berpengaruh terhadap penganut agama-agama lain.
Pandangan harfiah tentang Tuhan masih beredar, dan banyak
orang di dunia Barat—dari semua aliran kepercayaan—
meyakini bahwa kosmologi modern telah melayangkan
pukulan maut bagi ide tentang Tuhan.
~613~ (pustaka-indo)

