Page 622 - Karen Armstong - Sejarah Tuhan
P. 622
http://pustaka-indo.blogspot.com
fajar baru. Orang gilanya Nietzsche mengatakan bahwa
kematian Tuhan akan mendatangkan fase sejarah manusia
yang lebih baru dan lebih tinggi. Agar dapat menentukan
nasib sendiri, manusia harus menjadi Tuhan. Dalam Thus
Spoke Zarathustra (1883), Nietzsche memproklamasikan
kelahiran Manusia Super yang akan menggantikan
kedudukan Tuhan; manusia baru yang tercerahkan yang
akan mengumumkan perang terhadap nilai-nilai lama Kristen,
menumbangkan moral dasar orang banyak dan
mengumumkan kemanusiaan baru yang lebih kuat dan
terlepas dari nilai-nilai cinta kasih Kristen yang lemah. Dia
juga berpaling kepada mitos kuno tentang kebangkitan dan
kelahiran kembali yang tiada henti, yang terdapat di dalam
agama semacam Buddhisme. Karena Tuhan sudah mati,
dunia ini akan menggantikannya sebagai nilai tertinggi. Setiap
yang hilang akan kembali; setiap yang mati akan terlahir
kembali; setiap yang rusak akan menjadi baru. Dunia kita
dapat dikatakan memiliki sifat keabadian dan ketuhanan yang
dahulu pernah dinisbahkan hanya kepada Tuhan yang jauh
dan transenden.
Tuhan Kristen, menurut Nietzsche, menyedihkan, absurd, dan
18
“jahat terhadap kehidupan”. Dia menganjurkan orang-
orang untuk takut akan tubuh mereka, gairah dan seksualitas
mereka. Nietzsche mengajak untuk mencabut moralitas cinta
kasih yang telah membuat kita lemah. Tak ada tujuan atau
makna tertinggi. Manusia tak perlu mematuhi kehendak
“Tuhan”. Lagi-lagi, harus dikatakan bahwa Tuhan Barat
rentan terhadap kritik ini. Tuhan Barat telah digunakan untuk
mengalienasi orang dari kemanusiaannya dan dari gairah
seksual melalui asketisme yang menyangkal kehidupan.
Tuhan ini juga telah dijadikan obat penenang dan alternatif
bagi kehidupan dunia saat ini.
~615~ (pustaka-indo)

