Page 619 - Karen Armstong - Sejarah Tuhan
P. 619

http://pustaka-indo.blogspot.com
             kesembilan  belas  secara  khusus  mengecam  konsepsi
             ketuhanan  yang  tengah  dianut  di  Barat.  Karl  Marx  (1818-
             1883),  misalnya,  memandang  agama  sebagai  “desahan
             makhluk  yang  tertekan  …  candu  masyarakat,  untuk
                                                        16
             membuat penderitaan ini dapat tertanggungkan”.  Meskipun
             menganut pandangan Mesianik tentang sejarah yang sangat
             bergantung    pada     tradisi   Yudeo-Kristen,    dia
             mengesampingkan Tuhan sebagai tidak relevan. Karena tak
             ada  makna,  nilai,  maupun  tujuan  di  luar  proses  historis,  ide
             tentang  Tuhan  tidak  berguna  bagi  kemanusiaan.  “Tuhan”
             rentan terhadap kritik Marxis karena telah sering digunakan
             oleh pihak yang mapan untuk menopang tatanan sosial yang
             di  dalamnya  orang  kaya  duduk  di  istana  sedangkan  orang
             miskin duduk di gerbangnya. Akan tetapi, ini tidak berlaku di
             seluruh  agama  monoteistik.  Tuhan  yang  membiarkan
             ketidakadilan  sosial  akan  mengejutkan  Amos,  Yesaya,  atau
             Muhammad,  yang  telah  menggunakan  ide  tentang  Tuhan
             untuk tujuan lain yang agak mirip dengan cita-cita Marxis.

             Demikian pula, pemahaman harfiah tentang Tuhan dan kitab
             suci  membuat  keyakinan  banyak  orang  Kristen  rentan
             terhadap berbagai penemuan ilmiah di masa itu. Principles
             of  Geology  (1830-33)  karya  Charles  Lyell,  yang
             mengetengahkan perspektif tentang waktu geologis, dan The
             Origin  of  Species  (1859)  karya  Charles  Darwin,  yang
             mengungkapkan  berbagai  hipotesis  evolusioner,  tampak
             bertentangan  dengan  uraian  biblikal  tentang  penciptaan
             dalam  Kitab  Kejadian.  Sejak  era  Newton,  penciptaan  telah
             menjadi  sentral  bagi  pemahaman  Barat  tentang  Tuhan,  dan
             orang-orang  telah  lupa  akan  fakta  bahwa  kisah  biblikal  tak
             pernah  dimaksudkan  sebagai  uraian  harfiah  mengenai  asal
             usul fisikal alam semesta. Doktrin penciptaan dari ketiadaan
             (ex  nihilo)  telah  sejak  lama  dipersoalkan  dan  baru
             belakangan  masuk  ke  dalam  tradisi  Yahudi  dan  Kristen;



                            ~612~ (pustaka-indo)
   614   615   616   617   618   619   620   621   622   623   624