Page 618 - Karen Armstong - Sejarah Tuhan
P. 618

http://pustaka-indo.blogspot.com
             keluar dari dunia menuju alam yang tidak diketahui, menjauh
             dari  kepercayaan  dan  perilaku  manusia  yang  telah  usang.
             Akan  tetapi,  ada  orang  lain  yang  ingin  menancapkan  akar
             manusia  ke  dunia  ini.  Filosof  Jerman,  Ludwig  Andreas
             Feuerbach  (1804-72),  di  dalam  bukunya  yang  berpengaruh
             The  Essence  of  Christianity  (1841),  berpendapat  bahwa
             Tuhan  hanyalah  hasil  proyeksi  manusia.  Gagasan  tentang
             Tuhan telah mengucilkan manusia dari hakikat dirinya sendiri
             dengan  menempatkan  kesempurnaan  yang  mustahil  di  atas
             kelemahan  manusiawi.  Oleh  karena  itu,  dikatakan  bahwa
             Tuhan tidak terbatas, sedangkan manusia terbatas; Tuhan itu
             mahakuasa,  sedangkan  manusia  lemah;  Tuhan  itu  suci
             sedangkan  manusia  berlumur  dosa.  Feuerbach  telah
             menyentuh  kelemahan  esensial  tradisi  Barat  yang  selalu
             dipersepsi sebagai bahaya dalam monoteisme. Jenis proyeksi
             yang  meletakkan  Tuhan  di  luar  kondisi  manusia  dapat
             mengakibatkan  penciptaan  berhala.  Tradisi-tradisi  lain  telah
             menemukan  berbagai  cara  untuk  menghadapi  bahaya
             semacam  ini,  namun  sayangnya  di  Barat  gagasan  tentang
             Tuhan  telah  semakin  tereksternalisasi  dan  menumbuhkan
             konsepsi yang sangat negatif tentang hakikat manusia. Sejak
             era Agustinus, agama telah terlalu memberi penekanan pada
             kesalahan  dan  dosa,  pertarungan  dan  ketegangan,  yang
             terasa  asing  bagi  teologi  Yunani  ortodoks.  Tidak  heran  jika
             filosof-filosof  semacam  Feuerbach  atau  Auguste  Comte
             (1798-1857),  yang  memiliki  pandangan  lebih  positif  tentang
             manusia,   ingin   mencampakkan    tuhan   yang   telah
             menyebabkan menyebarnya rasa putus asa di masa silam ini.

             Ateisme merupakan penolakan terhadap konsepsi ketuhanan
             yang  sedang  berlaku  pada  suatu  saat.  Orang  Yahudi  dan
             Kristen  pernah  disebut  “ateis”  karena  mereka  mengingkari
             keyakinan kaum pagan tentang yang ilahi, meskipun mereka
             beriman  kepada  suatu  Tuhan.  Kaum  ateis  baru  abad




                            ~611~ (pustaka-indo)
   613   614   615   616   617   618   619   620   621   622   623