Page 591 - Karen Armstong - Sejarah Tuhan
P. 591
http://pustaka-indo.blogspot.com
dipandang sebagai pionir agama yang lebih rasional. Akan
tetapi, dia adalah seorang Kabbalis yang taat sekaligus ahli
Talmud. Murid terdekatnya Rabi Hayyim dari Volozhin
memuji “penguasaannya yang sempurna dan mengagumkan
terhadap seluruh bagian kitab Zohar … yang dia pelajari
dengan api cinta dan takut akan keagungan ilahi, dengan
kesucian dan kemurnian dan devekuth yang luar biasa.” 60
Setiap kali dia berbicara tentang Isaac Luria, seluruh
tubuhnya akan bergetar. Dia telah mengalami mimpi dan
penyingkapan yang luar biasa, namun selalu mengajarkan
bahwa mengkaji Taurat merupakan cara utamanya untuk
berkomunikasi dengan Tuhan. Dia juga memperlihatkan
pemahaman yang hebat tentang guna mimpi dalam
melepaskan intuisi terpendam. Rabi Hayim melanjutkan: “Dia
sering berkata bahwa Tuhan menciptakan tidur hanya demi
tujuan ini, bahwa manusia pasti meraih wawasan yang tidak
dapat diraihnya, bahkan setelah upaya yang sangat keras,
ketika jiwa menyatu dengan badan karena badan mirip
dengan sebuah tirai pemisah.” 61
Jurang yang memisahkan mistisisme dari rasionalisme
tidaklah selebar yang cenderung kita bayangkan. Pernyataan
Gaon Vilna tentang tidur menunjukkan sebuah persepsi yang
jelas tentang peran alam bawah sadar: kita semua pernah
menganjurkan seorang teman untuk “tidur dalam keadaan
memikirkan” suatu masalah dengan harapan menemukan
pemecahannya yang gagal mereka capai pada saat terjaga.
Ketika pikiran kita terbuka dan relaks, ideide akan muncul
dari kawasan pikiran yang lebih dalam. Ini juga dialami para
ilmuwan seperti Archimides, yang memperoleh penemuan
populernya ketika sedang mandi. Filosof atau ilmuwan yang
benar-benar kreatif, sebagaimana seorang mistikus, mesti
berhadapan dengan kegelapan alam realitas non-makhluk
dan kabut ketidaktahuan dengan tujuan untuk menembusnya.
~584~ (pustaka-indo)

