Page 583 - Karen Armstong - Sejarah Tuhan
P. 583
http://pustaka-indo.blogspot.com
Shabbetai: “Inilah yang sering kukatakan kepada kalian,”
demikian Frank memaklumatkan, “Kristus, seperti kalian
ketahui, bersabda bahwa dia telah datang untuk
membebaskan seluruh dunia dari kekuatan setan, tetapi aku
datang untuk membebaskannya dari semua hukum dan adat
yang pernah ada. Adalah kewajibanku untuk menghapuskan
semuanya sehingga Tuhan Yang Mahabaik bisa
51
mewahyukan dirinya.” Orang-orang yang ingin bertemu
Tuhan dan memerdekakan diri dari kekuatan jahat harus
mengikuti pemimpin mereka selangkah demi selangkah ke
dalam jurang itu, melanggar semua hukum yang pernah
mereka anggap paling sakral: “Kukatakan kepada kalian
bahwa semua yang ingin menjadi kesatria haruslah
menanggalkan agama, ini berarti mereka harus meraih
kebebasan dengan kekuatan mereka sendiri.” 52
Dalam sabda terakhir ini, dapat kita rasakan hubungan antara
visi gelap Frank dengan Pencerahan rasionalis. Orang
Yahudi Polandia yang telah mengadopsi ajarannya dengan
jelas menyadari bahwa agama mereka sudah tidak lagi
membuat mereka mampu menyikapi lingkungan mereka yang
mengerikan di dalam dunia yang tak lagi aman bagi kaum
Yahudi. Setelah kematian Frank, Frankisme kehilangan
banyak pandangan anarkisnya, hanya menyisakan
kepercayaan bahwa Frank adalah inkarnasi Tuhan dan apa
yang oleh Scholem disebut “rasa keselamatan diri yang
53
melimpah dan bersinar”. Mereka memandang Revolusi
Prancis sebagai tanda kekuasaan Tuhan atas nama mereka:
mereka meninggalkan antinomianisme demi politik,
mengimpikan sebuah revolusi yang akan membangun dunia
kembali. Dengan cara yang sama, Donmeh yang beralih
menganut Islam sering adalah seorang aktivis Turki Muda
pada tahunt-ahun awal abad kedua puluh, dan banyak yang
~576~ (pustaka-indo)

