Page 574 - Karen Armstong - Sejarah Tuhan
P. 574

http://pustaka-indo.blogspot.com
             Polandia,  serta  ke  kotakota  di  imperium  Usmani.  Demam
             Mesianik  pun  menyebar  bagaikan  kobaran  api  ke  seluruh
             dunia  Yahudi.  Abad-abad  yang  sarat  dengan  pembantaian
             dan pengusiran yang telah mengucilkan orang Yahudi Eropa
             dari  kelompok  besarnya,  dan  kondisi  yang  tidak  sehat  ini
             mendorong banyak orang untuk percaya bahwa masa depan
             dunia bergantung pada orang Yahudi saja. Kaum Sephardim,
             keturunan  Yahudi  yang  diusir  dari  Spanyol,  mempercayai
             Kabbalah Lurianik dengan sepenuh hati dan banyak di antara
             mereka yang mulai percaya bahwa Hari Akhir akan segera
             tiba. Semua ini mendorong kultus Shabbetai Zevi. Sepanjang
             sejarah Yahudi telah banyak bermunculan orang-orang yang
             mengklaim  sebagai  Mesias,  namun  tak  ada  yang  berhasil
             menarik  dukungan  sedemikian  masif.  Orang  Yahudi  yang
             berkeberatan  terhadap  pernyataan  Shabbetai  menjadi
             terancam.  Para  pendukungnya  datang  dari  semua  kelas
             masyarakat  Yahudi:  kaya  dan  miskin,  terpelajar  atau  tidak.
             Pamflet  dan  selebaran  menyiarkan  kabar  gembira  dalam
             bahasa Inggris, Belanda, Jerman, dan Italia. Di Polandia dan
             Lithuania   diselenggarakan   prosesi   umum     untuk
             menghormatinya. Di imperium Usmani, para nabi berkeliling
             menyebarkan  visi  yang  menampakkan  Shabbetai  duduk  di
             atas  singgasana.  Semua  kegiatan  dunia  usaha  dihentikan;
             semua Yahudi di Turki menghapuskan nama sultan dari doa-
             doa  hari  Sabath  dan  menggantikannya  dengan  nama
             Shabbetai.  Akhirnya,  ketika  Shabbetai  tiba  di  Istanbul  pada
             Januari  1666,  dia  ditangkap  sebagai  pemberontak  dan
             dipenjarakan di Gallipoli.

             Setelah  abad-abad  yang  sarat  dengan  penyiksaan,
             pengusiran,  dan  penghinaan,  muncullah  harapan.  Orang
             Yahudi  di  seluruh  dunia  merasakan  kebebasan  dan
             kemerdekaan  batin  yang  mirip  dengan  pengalaman  ekstasi
             para  Kabbalis  ketika  merenungkan  misteri  sefiroth.




                            ~567~ (pustaka-indo)
   569   570   571   572   573   574   575   576   577   578   579