Page 570 - Karen Armstong - Sejarah Tuhan
P. 570
http://pustaka-indo.blogspot.com
bahwa Kebangkitan merupakan versi evangelis dari cita-cita
Pencerahan tentang pencarian kebahagiaan: gelombang ini
mewakili “pembebasan eksistensial dari sebuah dunia di
mana ‘segala sesuatu membangkitkan pemahaman yang
44
hebat’”. Kebangkitan terjadi di koloni-koloni yang lebih
miskin, di mana orang-orang tak punya banyak harapan
tentang kebahagiaan dalam hidup di dunia ini, meski di tengah
harapan Pencerahan yang canggih. Pengalaman terlahir
kembali, demikian Edwards berpendapat, menimbulkan rasa
gembira dan persepsi tentang keindahan yang sangat
berbeda dari sensasi alamiah mana pun. Dengan demikian,
dalam Kebangkitan, pengalaman ketuhanan membuat
Pencerahan Dunia Baru dapat dicicipi oleh lebih dari sekadar
segelintir orang sukses di koloni itu. Harus pula kita ingat
bahwa Pencerahan filosofis juga dialami sebagai
pembebasan semireligius. Istilah éclaircissement dan
Aufklärung memiliki konotasi religius yang tegas. Tuhannya
Jonathan Edwards juga berkontribusi terhadap antusiasme
revolusioner tahun 1775. Di mata kaum revivalis, Inggris
telah kehilangan cahaya baru yang bersinar begitu terang
selama revolusi Puritan dan kini tampak lemah dan
menyurut. Adalah Edwards dan para koleganya yang
memimpin kelas masyarakat bawah Amerika untuk
mengambil langkah pertama menuju revolusi. Mesianisme
merupakan bagian esensial dari agama Edwards: usaha
manusia akan mempercepat kedatangan Kerajaan Tuhan,
yang dapat dicapai dan dijangkau di Dunia Baru. Gelombang
Kebangkitan itu sendiri (meski berakhir tragis) membuat
orang percaya bahwa proses penebusan dosa yang
digambarkan Alkitab telah dimulai. Tuhan berketetapan teguh
tentang proyek ini. Edwards memberikan interpretasi politik
terhadap doktrin Trinitas: Sang Putra adalah “ilah yang
muncul dari pemahaman tentang Tuhan” dan itulah cetak
biru bagi Persemakmuran Baru; Roh Kudus, “ilah yang hidup
~563~ (pustaka-indo)

