Page 566 - Karen Armstong - Sejarah Tuhan
P. 566
http://pustaka-indo.blogspot.com
Para sejarahwan sosial telah mencatat bahwa Kristen Barat
adalah unik di antara semua agama di dunia karena
perubahan drastisnya antara periode-periode represif dan
permisif. Mereka juga mencatat bahwa fase-fase represif itu
biasanya bertepatan dengan kebangkitan religius. Iklim moral
yang longgar pada era Pencerahan disusul oleh penindasan
pada periode Victorian, disertai kebangkitan religiusitas yang
lebih fundamentalis. Pada zaman sekarang, kita telah
menyaksikan masyarakat permisif di era 1960-an disusul oleh
era 1980-an yang lebih puritan, yang juga bertepatan dengan
kebangkitan fundamentalisme Kristen di Barat. Ini
merupakan fenomena yang kompleks, yang tentu tidak
memiliki sebab tunggal. Namun, adalah menarik untuk
mengaitkan ini dengan ide tentang Tuhan yang oleh orang
Barat dipandang problematik. Para teolog dan mistikus Abad
Pertengahan mungkin telah mengajarkan tentang Tuhan yang
Pengasih, namun lukisan di atas pintu-pintu katedral yang
menggambarkan siksaan terhadap orang-orang yang terkutuk
menampilkan kisah berbeda. Pemahaman tentang Tuhan di
Barat, seperti yang telah kita saksikan, sering dicirikan oleh
kegelapan dan pertarungan. Para penganut sekte Ranter,
seperti Clarkson dan Coppe telah mencemoohkan berbagai
hal tabu dalam Kristen dan memaklumatkan kesucian dosa
pada saat yang sama ketika keranjingan terhadap sihir
merajalela di seantero Eropa. Orang Kristen radikal dari
Inggris di masa Cromwell juga memberontak terhadap Tuhan
dan agama yang terlalu menuntut dan menakutkan.
Agama Kristen yang baru-terlahir kembali yang mulai
muncul di Barat selama abad ketujuh dan kedelapan sering
tidak sehat dan dicirikan oleh kekerasan, terkadang juga oleh
emosi dan penolakan yang berbahaya. Hal ini bisa kita
saksikan dalam gelombang semangat keagamaan yang
disebut Kebangkitan Agung (Great Awakening). Gelombang
~559~ (pustaka-indo)

