Page 565 - Karen Armstong - Sejarah Tuhan
P. 565

http://pustaka-indo.blogspot.com
             merokok.  Ketika  telah  menjadi  seorang  Ranter,  dia
             memperturutkan  hasrat  terpendamnya  untuk  mengumbar
             kutukan dan sumpah. Dia pernah mengutuk selama satu jam
             penuh  di  mimbar  sebuah  gereja  London  dan  bersumpah  di
             depan  pelayan  sebuah  restoran  dengan  sangat  menakutkan
             sehingga  pelayan  itu  gemetaran  selama  beberapa  jam
             setelahnya.  Ini  mungkin  merupakan  reaksi  terhadap  etika
             Puritan yang represif, dengan konsentrasinya yang tak sehat
             terhadap  dosa-dosa  manusia.  Fox  dan  sekte  Quakernya
             mengajarkan bahwa dosa tidak dapat dihindari dengan cara
             apa pun. Dia tentunya tidak menganjurkan pengikutnya untuk
             berbuat  dosa  dan  membenci  kejangakan  Ranter,  tetapi  dia
             mencoba untuk menyiarkan pandangan yang lebih optimistik
             tentang  manusia  dan  memulihkan  keseimbangan.  Dalam
             risalah  pendeknya  A  Single  Eye,  Laurence  Clarkson
             berpendapat bahwa karena Tuhan telah menciptakan segala
             yang  baik,  maka  “dosa”  hanya  ada  di  dalam  imajinasi
             manusia.  Tuhan  sendiri  telah  menyatakan  di  dalam  Alkitab
             bahwa  dia  akan  menerangi  kegelapan.  Kaum  monoteis
             merasa  sulit  untuk  mengakomodasi  realitas  dosa,  meskipun
             para  mistikus  berupaya  untuk  menemukan  pandangan  yang
             lebih  holistik.  Julian  dari  Norwich  percaya  bahwa  dosa
             adalah  “sesuatu  yang  pantas”  dan  bisa  jadi  memang
             diperlukan. Para Kabbalis menganggap dosa sebagai sesuatu
             yang secara misterius berakar pada Tuhan. Libertarianisme
             ekstrem  Ranter  dapat  dianggap  sebagai  upaya  untuk
             menggoyahkan Kristen opresif yang telah mengancam kaum
             beriman  dengan  doktrin  tentang  Tuhan  yang  pemarah  dan
             pendendam. Kaum rasionalis dan orang-orang Kristen yang
             telah  “tercerahkan”  juga  berusaha  menghilangkan  belenggu
             agama  yang  telah  menghadirkan  Tuhan  sebagai  figur
             autoritas  yang  kejam,  dan  menemukan  Tuhan  yang  lebih
             lembut.





                            ~558~ (pustaka-indo)
   560   561   562   563   564   565   566   567   568   569   570