Page 569 - Karen Armstong - Sejarah Tuhan
P. 569
http://pustaka-indo.blogspot.com
oleh keputusasaan yang menggiring ke arah bunuh diri.
Orang malang yang pertama membunuh dirinya dengan
mengerat urat lehernya sendiri dan: “Orang banyak di kota
ini dan kota-kota lain tampaknya didorong, dan dipaksakan
kepada mereka, untuk melakukan seperti yang telah
dilakukan orang itu. Banyak yang merasa seakan-akan ada
seseorang berbicara kepada mereka, ‘Potong lehermu
sendiri, sekarang adalah kesempatan terbaik. Sekarang!’”
Dua orang lainnya menjadi gila akibat “khayalan aneh dan
43
antusias.” Tak ada lagi pengikut yang baru sejak itu.
Orang-orang yang masih selamat menjadi lebih tenang dan
gembira dibanding pada saat gelombang Kebangkitan,
demikianlah yang dikatakan Edwards kepada kita. Tuhannya
Jonathan Edwards dan para pengikutnya, yang
mengungkapkan diri dalam cara yang tak normal dan
mencekam itu, jelas-jelas masih mendatangi umatnya dengan
cara yang serampangan dan mengilhami ketakutan. Sentakan
emosi, rasa gembira yang berlebihan dan keputusasaan yang
dalam, menunjukkan bahwa banyak orang Amerika yang
merasa sulit untuk menjaga keseimbangan ketika berurusan
dengan “Tuhan”. Ini juga memperlihatkan suatu keyakinan
ganjil yang juga kita temukan dalam agama ilmiah Newton
bahwa Tuhan bertanggung jawab secara langsung atas
segala yang terjadi di dunia.
Sulit untuk mengaitkan religiusitas yang penuh semangat dan
irasional ini dengan ketenangan para pendahulu. Edwards
memiliki banyak penentang yang sangat kritis terhadap
gelombang Kebangkitan Agung. Tuhan hanya mungkin
mengekspresikan dirinya secara rasional, demikian kaum
liberal berpendapat, bukan dalam ledakan kekerasan yang
dipaksakan atas persoalan-persoalan manusia. Namun dalam
Religion and the American Mind; From the Great
Awakening to the Revolution, Alan heimart berpendapat
~562~ (pustaka-indo)

