Page 572 - Karen Armstong - Sejarah Tuhan
P. 572
http://pustaka-indo.blogspot.com
Whitfield dan Edwards. Alan Heimart mengemukakan
bahwa akar antiintelektualisme di kalangan Masyarakat
Amerika mungkin bukan pada Calvinis dan Evangelis,
melainkan pada orang Boston yang lebih rasional seperti
Charles Chauncey atau Samuel Quincey, yang lebih
menyukai gagasan tentang Tuhan yang “lebih sederhana dan
jelas”. 47
Di dalam Yudaisme juga terjadi perkembangan yang sangat
mirip dan mempersiapkan jalan bagi penyebaran cita-cita
kaum rasionalis di kalangan Yahudi dan memungkinkan
banyak di antara mereka untuk berasimilasi dengan non-
Yahudi di Eropa. Pada tahun apokaliptik 1666, seorang
Mesias Yahudi menyatakan bahwa penebusan dosa telah
tiba. Secara ekstatik dia diterima oleh Yahudi di seluruh
penjuru dunia. Shabbetai Zevi dilahirkan pada tahun 1626,
bertepatan dengan peringatan ulang tahun penghancuran
Kuil, dari keluarga Sephardik kaya di Smirna, Asia Kecil.
Ketika dewasa, dia mengembangkan kecenderungan aneh
yang pada masa sekarang bisa didiagnosis sebagai perilaku
depresi-berlebihan. Dia pernah mengalami periode
keputusasaan berat; saat itu dia pergi meninggalkan
keluarganya dan hidup menyendiri. Ini disusul dengan
kegirangan yang berujung pada ekstase. Selama periode
“serbaberlebihan” ini, dia kadang-kadang secara sengaja dan
dengan spektakuler melanggar hukum Musa: di depan umum
dia memakan makanan yang diharamkan, menyebutkan
Nama Tuhan yang sakral dan mengaku diperintahkan
melakukan semua itu berdasarkan sebuah wahyu khusus.
Dia percaya bahwa dirinyalah Mesias yang telah lama
dinantikan. Akhirnya, para rabi tak dapat lagi menahan rasa
sabar dan pada tahun 1656 mereka mengusir Shabbetai
keluar dari kota. Shabbetai menjadi pengelana di antara
komunitas-komunitas Yahudi kerajaan Usmani. Selama masa
~565~ (pustaka-indo)

