Page 573 - Karen Armstong - Sejarah Tuhan
P. 573

http://pustaka-indo.blogspot.com
             sakit  jiwa  di  Istanbul,  dia  menyatakan  bahwa  Taurat  telah
             dihapuskan,  dengan  berteriak  keras:  “Semoga  engkau
             dirahmati,  wahai  Tuhan  kami,  Yang  mengizinkan  apa-apa
             yang  dilarang!”  Di  Kairo  dia  menimbulkan  skandal  dengan
             mengawini  seorang  wanita  yang  melarikan  diri  dari
             pembunuhan massal di Polandia pada tahun 1648 dan hidup
             sebagai  pelacur.  Pada  tahun  1662,  Shabbetai  berangkat  ke
             Yerusalem:  pada  saat  ini  dia  mengalami  fase  depresif  dan
             yakin bahwa dirinya pasti telah dikuasai setan. Di Palestina
             dia  mendengar  berita  tentang  seorang  rabi  muda  terpelajar
             bernama  Nathan.  Rabi  Nathan  adalah  ahli  mengusir  setan,
             maka Shabbetai bermaksud menemuinya di Gaza.


             Seperti  halnya  Shabbetai,  Nathan  pernah  mempelajari
             Kabbalah  Isaac  Luria.  Ketika  bertemu  dengan  Yahudi  dari
             Smirna  yang  bermasalah  itu,  Nathan  mengatakan  bahwa
             Shabbetai  tidak  sedang  dikuasai  setan:  kesedihannya  yang
             mendalam  merupakan  bukti  bahwa  dia  memang  seorang
             Mesias.  Tatkala  Shabbetai  turun  ke  kedalaman  itu,  dia
             berperang  melawan  kekuatanke-kuatan  jahat  dari  Sisi  lain,
             melepaskan  cahaya  ilahi  di  alam  kelipoth  yang  hanya
             ditebus  oleh  Mesias  sendiri.  Shabbetai  memiliki  misi  untuk
             turun ke neraka sebelum dia bisa mencapai penebusan akhir
             bagi  Israel.  Pada  mulanya  Shabbbetai  tidak  menyetujui  ini,
             namun  akhirnya  kefasihan  Nathan  berhasil  melunakkan
             hatinya. Pada 31 Mei 1665, tiba-tiba dia dikuasai kegirangan
             luar biasa dan, dengan dukungan Nathan, dia mengumumkan
             misi Mesianiknya. Para rabi terkemuka menganggap semua
             ini  sebagai  omong  kosong  yang  berbahaya,  namun  banyak
             orang Yahudi Palestina mengakuinya. Shabbetai memilih dua
             belas orang murid untuk menjadi hakim bagi suku-suku Israel
             yang akan segera dipersatukan kembali. Nathan menyiarkan
             berita  baik  bagi  komunitas-komunitas  Yahudi  dalam  surat-
             suratnya  yang  disebarkan  ke  Italia,  Belanda,  Jerman,




                            ~566~ (pustaka-indo)
   568   569   570   571   572   573   574   575   576   577   578