Page 650 - Karen Armstong - Sejarah Tuhan
P. 650

http://pustaka-indo.blogspot.com
             misterius:


                   Jiwa orang Yahudi adalah keturunan lingkungan
                   alamiah  tanah  Israel.  Kejernihan,  kedalaman
                   langit  yang  jernih  tiada  berbatas,  pandangan
                   yang   jernih,    kabut    kemurnian.   Bahkan,
                   ketidaktahuan  ilahi  lenyap  dalam  kejernihan
                   ini, terbebas dari cahaya wujud yang terbatas
                   menuju cahaya gaib yang  tak  terbatas.  Orang-
                   orang  di  dunia  ini  tidak  mengerti  baik
                   pandangan yang jernih ini maupun cahaya asing
                                               29
                   di dalam jiwa orang Yahudi.
             Pada  mulanya  hamparan  tanah  Timur  Tengah  ini  terasa
             sangat  berbeda  dari  Rusia,  tanah  air  nenek  moyangnya
             sehingga  Gordon  merasakannya  sangat  menyeramkan  dan
             asing. Namun, dia sadar bahwa dia bisa menjadikan tempat
             itu  tanah  airnya  sendiri  melalui  kerja  atau  ibadah  (avodah,
             kata  yang  juga  merujuk  pada  ritual  keagamaan).  Dengan
             menggarap  tanah,  yang  oleh  Zionis  dianggap  telah
             ditelantarkan  oleh  orang-orang  Arab,  orang  Yahudi  akan
             menaklukkannya  dan,  pada  saat  yang  sama,  membebaskan
             diri mereka dari keterasingan pengungsian.

             Kaum Zionis yang sosialis menyebut gerakan mereka Kerja
             Penaklukan: kibbutzim  mereka  menjadi  biara-biara  sekular,
             tempat  mereka  hidup  bersama  dan  mengupayakan
             kebebasan  mereka  sendiri.  Pengolahan  tanah  yang  mereka
             upayakan  membawa  mereka  kepada  pengalaman  mistik
             kelahiran kembali dan cinta universal. Seperti yang dijelaskan
             oleh Gordon:

                   Hingga  tanganku  terbiasa  melakukan  kerja,
                   mata  dan  telingaku  belajar  melihat  dan
                   mendengar,  dan  hatiku  memahami  apa  yang  ada
                   di  dalamnya,  jiwaku  pun  belajar  untuk
                   melangkah  di  atas  bukit-bukit,  bangkit,


                            ~643~ (pustaka-indo)
   645   646   647   648   649   650   651   652   653   654   655