Page 651 - Karen Armstong - Sejarah Tuhan
P. 651
http://pustaka-indo.blogspot.com
berkibar—menerawang keluasan yang belum
diketahuinya, merangkul semua tanah yang
mengelilinginya, dunia dan semua yang di
dalamnya, dan melihat dirinya dirangkul
30
tangan semesta alam.
Pekerjaan mereka merupakan sebuah doa sekular. Sekitar
tahun 1927, pelopor yang lebih muda Avraham Schlonsky
(1900-73) yang bekerja sebagai pembangun jalan, menulis
puisi berikut bagi tanah Israel:
Selimuti aku, ibu yang baik, dalam jubah
agung beraneka warna, dan saat fajar
bimbinglah aku untuk bekerja keras.
Tanahku terbungkus cahaya bagai dalam
selendang seorang pendoa.
Rumah-rumah berdiri bagaikan benteng-benteng;
dan batu-batu diratakan dengan tangan,
mengalir bagaikan ikatan jimat.
Di sini kota tercinta menyampaikan doa pagi
kepada penciptanya.
Dan di antara pencipta itu adalah putramu
31
Avraham, buruh pembangun-jalan di Israel.
Zionis tidak lagi membutuhkan Tuhan; dia sendiri adalah
pencipta.
Zionis lain mempertahankan kepercayaan yang lebih
konvensional. Abraham Isaac Kook (1865-1935), seorang
Kabbalis yang menjadi Rabi Kepala bagi Yahudi Palestina,
tak banyak kontak dengan dunia non-Yahudi sebelum
kedatangannya di Tanah Israel. Dia berpendapat bahwa
selama konsep pengabdian kepada Tuhan didefinisikan
sebagai pelayanan kepada suatu Wujud partikular, terpisah
dari cita-cita dan kewajiban agama, maka pengabdian itu
takkan “terbebas dari pandangan kekanak-kanakan yang
32
selalu berfokus pada wujud-wujud partikular”. Tuhan
~644~ (pustaka-indo)

