Page 652 - Karen Armstong - Sejarah Tuhan
P. 652

http://pustaka-indo.blogspot.com
             bukan  sekadar  wujud  yang  lain:  En  Sof  bertransendensi
             terhadap  semua  konsep  manusia,  seperti  personalitas.
             Memikirkan  Tuhan  sebagai  suatu  wujud  partikular  adalah
             keberhalaan  dan  pertanda  mentalitas  primitif.  Kook  dididik
             dalam  tradisi  Yahudi,  namun  dia  tidak  dikecewakan  oleh
             ideologi  Zionis.  Benar,  aliran  Kerja  percaya  bahwa mereka
             telah melepaskan agama, namun Zionisme ateistik ini hanya
             merupakan sebuah fase. Tuhan masih ada di kalangan para
             pelopor:  “percikan”  Tuhan  terperangkap  di  dalam  “lapisan
             tipis” kegelapan ini dan menanti pembebasan. Entah mereka
             sepakat  atau  tidak,  orang  Yahudi  pada  dasarnya  tak
             terpisahkan  dari  Tuhan  dan  mewujudkan  rencana  Tuhan
             tanpa menyadarinya. Selama di pengungsian, Roh Suci telah
             pergi    meninggalkan    umatnya.     Mereka      telah
             menyembunyikan  Shekinah  jauh  dari  sinagoga  dan  ruang-
             ruang  studi,  namun  segera  setelah  itu  Israel  akan  menjadi
             pusat  spiritual  dunia  dan  mengungkapkan  konsepsi  yang
             benar tentang Tuhan kepada orang-orang non-Yahudi.

             Jenis  spiritualitas  ini  bisa  membahayakan.  Kesetiaan  pada
             Tanah  Suci  telah  melahirkan  keberhalaan  fundamentalisme
             Yahudi  di  zaman  kita  kini.  Kesetiaan  pada  “Islam”  historis
             telah  melahirkan  fundamentalisme  yang  serupa  di  Dunia
             Muslim. Baik orang Yahudi maupun Muslim berjuang untuk
             menemukan  makna  dalam  sebuah  dunia  yang  gelap.  Tuhan
             sejarah  tampaknya  telah  meninggalkan  mereka.  Ketakutan
             Zionis  tentang  pemusnahan  bangsa  mereka  telah  terbukti
             benar.  Bagi  banyak  orang  Yahudi,  gagasan  tradisional
             tentang  Tuhan  berubah  menjadi  kemustahilan  setelah
             Holocaust.  Pemenang  hadiah  Nobel  Elie  Wiesel  menjalani
             hidup  hanya  untuk  Tuhan  selama  masa  kanak-kanaknya  di
             hungaria; hidupnya telah dibentuk oleh ajaran-ajaran Talmud,
             dan  dia  berharap  suatu  hari  akan  diinisiasi  untuk  masuk  ke
             dalam  misteri  Kabbalah.  Sebagai  seorang  anak  lelaki,  dia




                            ~645~ (pustaka-indo)
   647   648   649   650   651   652   653   654   655   656   657