Page 647 - Karen Armstong - Sejarah Tuhan
P. 647

http://pustaka-indo.blogspot.com
             yang  secara  tradisional  bersifat  keyahudian,  tetapi  seorang
             Kristen  akan  menggunakan  simbol-simbol  yang  berbeda.
             Doktrin  tentang  Tuhan  bukan  merupakan  pernyataan  yang
             pada dasarnya bersifat pengakuan, tetapi merupakan simbol
             sikap batin. Doktrin tentang penciptaan dan wahyu, misalnya,
             bukan merupakan uraian harfiah tentang peristiwa aktual di
             dalam  kehidupan  Tuhan  dan  dunia.  Mitos-mitos  wahyu
             mengungkapkan  pengalaman  pribadi  kita  tentang  Tuhan.
             Mitos-mitos  penciptaan  menyimbolkan  ketergantungan
             mutlak  eksistensi  manusia  pada  Dasar  wujud  yang  telah
             membuat  eksistensi  itu  menjadi  mungkin.  Sebagai  Pencipta,
             Tuhan tidak menaruh perhatian kepada makhluk-makhluknya
             hingga  dia  mewahyukan  dirinya  kepada  mereka  masing-
             masing, namun seandainya dia bukan Pencipta, yaitu Dasar
             bagi  semua  eksistensi,  maka  pengalaman  keagamaan  akan
             menjadi hampa bagi seluruh umat manusia. Pengalaman itu
             hanya  akan  menjadi  sekumpulan  peristiwa  yang  ganjil.
             Pandangan    universal   Rosenzweig   tentang   agama
             membuatnya menaruh kecurigaan terhadap Yudaisme politis
             baru  yang  muncul  sebagai  respons  terhadap  antiSemitisme
             baru.  Israel,  menurutnya,  telah  menjadi  warga  di  Mesir,
             bukan  di  Tanah  yang  Dijanjikan,  dan  hanya  akan
             mewujudkan  takdirnya  sebagai  bangsa  yang  abadi  jika  ia
             melonggarkan keterikatannya dengan alam materi dan tidak
             terlibat dalam politik.


             Namun,  orang  Yahudi  yang  menjadi  korban  berkobarnya
             antiSemitisme  tidak  bersedia  meninggalkan  kancah  politik.
             Mereka tidak bisa tinggal diam dan menanti kedatangan Juru
             Selamat atau Tuhan untuk menyelamatkan mereka. Mereka
             merasa  harus  menyelamatkan  sendiri  kaum  mereka.  Pada
             1882,  sesudah  terjadinya  pembunuhan  massal  terencana  di
             Rusia, sekelompok Yahudi meninggalkan Eropa Timur untuk
             menetap  di  Palestina.  Mereka  yakin  bahwa  Yahudi  akan




                            ~640~ (pustaka-indo)
   642   643   644   645   646   647   648   649   650   651   652