Page 644 - Karen Armstong - Sejarah Tuhan
P. 644

http://pustaka-indo.blogspot.com
             tetapi  bersesuaian  dengan  cita-cita  filosofis.  Satu-satunya
             perbedaan antara agama dengan filsafat adalah bahwa yang
             terakhir terungkap dalam konsep-konsep, sedangkan agama
             menggunakan  bahasa  representasional,  demikian  dijelaskan
             hegel.  Namun,  jenis  bahasa  simbolik  ini  cukup  memadai,
             karena  Tuhan  berada  di  luar  jangkauan  seluruh  pemikiran
             kita tentang dia. Bahkan kita tidak bisa mengatakan bahwa
             dia  ada,  karena  pengalaman  kita  tentang  eksistensi  begitu
             parsial dan terbatas.

             Keyakinan baru yang dibawa oleh emansipasi bertiup keras
             bersamaan dengan mewabahnya kekejaman antiSemitisme di
             Rusia  dan  Eropa  Timur  di  bawah  pemerintahan  Tsar
             Alexander III pada 1881. Ini menyebar ke Eropa Barat. Di
             Prancis,  negara  pertama  yang  mengemansipasi  orang
             Yahudi, histeria antiSemitisme bangkit ketika pejabat Yahudi
             Alfred Dreyfus secara keliru dituduh berkhianat pada 1894.
             Pada  tahun  yang  sama,  Karl  Lueger,  seorang  antiSemit
             terkenal,  terpilih  menjadi  walikota  Wina.  Akan  tetapi,  di
             Jerman  sebelum  Adolf  Hitler  naik  ke  tampuk  kekuasaan,
             orang  Yahudi  masih  berimajinasi  bahwa  mereka  akan
             selamat.  Hermann  Cohen  (1842-1918)  tampaknya  masih
             sibuk dengan metafisika antiSemitisme dari Kant dan Hegel.
             Meyakini  bahwa  Yudaisme  merupakan  kepercayaan  yang
             memalukan,  Cohen  menolak  pandangan  bahwa  Tuhan
             merupakan  realitas  eksternal  yang  memaksakan  kepatuhan
             dari atas. Tuhan hanya sebuah ide yang dibentuk oleh pikiran
             manusia, sebuah simbol cita-cita etik. Ketika mendiskusikan
             kisah  biblikal  tentang  Semak  Menyala,  tatkala  Tuhan
             mendefinisikan  dirinya  sendiri  kepada  Musa  sebagai  “Aku
             adalah  Aku”,  Cohen  berpendapat  bahwa  definisi  ini
             merupakan  ekspresi  primitif  tentang  fakta  bahwa  apa  yang
             kita sebut “Tuhan” adalah wujud itu sendiri. Wujud ini sangat
             berbeda dari wujud-wujud biasa yang kita alami, yang hanya




                            ~637~ (pustaka-indo)
   639   640   641   642   643   644   645   646   647   648   649