Page 660 - Karen Armstong - Sejarah Tuhan
P. 660

http://pustaka-indo.blogspot.com
             Tuhan  sebagai  Sebab  Pertama,  sebutan  yang  akhirnya
             ditinggalkan oleh orang Yahudi, Muslim, dan Kristen selama
             abad pertengahan. “Tuhan” yang lebih subjektif yang mereka
             cari  tidak  mungkin  dibuktikan  seakan-akan  dia  merupakan
             fakta  objektif  yang  sama  bagi  setiap  orang.  Ia  tidak  bisa
             ditempatkan  di  dalam  sistem  fisikal  semesta,  tidak  pula  di
             dalam nirwana orang Buddha.

             Yang lebih dramatik daripada filosof linguistik adalah teolog
             radikal  tahun  1960-an  yang  secara  antusias  mengikuti
             Nietzsche dan memproklamasikan kematian Tuhan. Di dalam
             The  Gospels  of  Christian  Atheism  (1966),  Thomas  J.
             Altizer  mengklaim  bahwa  “kabar  baik”  tentang  kematian
             Tuhan telah membebaskan kita dari perbudakan kepada ilah
             transenden  yang  tiranik:  “hanya  dengan  menerima  dan
             bahkan menghendaki kematian Tuhan di dalam pengalaman
             kita barulah kita bisa terbebas dari sesuatu yang transenden
             di  atas,  sesuatu  yang  asing  di  atas  yang  telah  dikosongkan

             dan  digelapkan  oleh  alienasi-diri  Tuhan  di  dalam  Kristus.” 4
             Altizer berbicara dalam terma mistikal tentang gelap malam
             jiwa  dan  nestapa  keterasingan.  Kematian  Tuhan  mewakili
             keheningan  yang  dibutuhkan  sebelum  Tuhan  bisa  kembali
             menjadi bermakna. Semua konsepsi lama kita tentang Tuhan
             harus  terlebih  dahulu  mati  sebelum  teologi  dapat  dilahirkan
             kembali. Kita tengah menanti sebuah bahasa dan cara yang
             dengannya  Tuhan  kembali  menjadi  suatu  kemungkinan.
             Teologi  Altizer  merupakan  dialektika  yang  dengan
             bersemangat menyerang gelapnya dunia tak bertuhan dengan
             harapan akan menyingkap rahasianya. Paul Van Buren lebih
             akurat  dan  logis.  Di  dalam  The  Secular  Meaning  of  the
             Gospel (1963), dia menyatakan bahwa pembicaraan tentang
             Tuhan sudah tidak mungkin lagi dilakukan di dunia ini. Sains
             dan  teknologi  telah  meruntuhkan  mitologi  kuno.  Keimanan
             sederhana dalam The Old Man in the Sky menjadi mustahil,



                            ~653~ (pustaka-indo)
   655   656   657   658   659   660   661   662   663   664   665