Page 663 - Karen Armstong - Sejarah Tuhan
P. 663

http://pustaka-indo.blogspot.com
             Louis  Jacobs  tidak  menyukai  gagasan  semacam  ini,  karena
             memandang  tsimtsum  terlalu  kasar  dan  antropomorfik:
             mendorong  kita  untuk  bertanya  bagaimana  Tuhan
             menciptakan  alam  dengan  cara  yang  terlalu  harfiah.  Tuhan
             tidak  membatasi  dirinya,  menahan  napasnya  sebelum
             mengembuskannya  kembali.  Tuhan  yang  tidak  berdaya
             tidaklah  bermanfaat  dan  tidak  bisa  memberi  makna  bagi
             eksistensi manusia. Lebih baik kembali ke penjelasan klasik
             bahwa  Tuhan  lebih  agung  daripada  manusia,  dan  pikiran
             maupun caranya tidaklah sama dengan pikiran dan cara kita.
             Mungkin Tuhan memang tak bisa dipahami, namun manusia
             mempunyai  pilihan  untuk  mempercayai  Tuhan  yang  tak
             terlukiskan  ini  dan  menetapkan  sebuah  makna,  meski  di
             tengah  ketidakbermaknaan.  Teolog  Katolik  Roma,  Hans
             Kung sepakat dengan Jacobs, juga lebih menyukai penjelasan
             yang lebih masuk akal atas tragedi daripada mitos tsimtsum.
             Dia  mencatat  bahwa  manusia  tidak  dapat  beriman  kepada
             Tuhan  yang  lemah,  tetapi  kepada  Tuhan  mahahidup  yang
             membuat  orang-orang  cukup  kuat  untuk  berdoa  di
             Auschwitz.

             Sebagian  orang  masih  merasa  mustahil  menemukan  makna
             dalam  gagasan  tentang  Tuhan.  Teolog  Swiss,  Karl  Bath
             (1886-1968)     menentang     Protestantisme     liberal
             Schleiermacher dengan penekanannya terhadap pengalaman
             keagamaan.  Akan  tetapi,  dia  juga  penentang  utama  teologi
             alamiah. Dia berpendapat, adalah upaya menjelaskan Tuhan
             dalam  terma  rasional  merupakan  kekeliruan  radikal,  bukan
             hanya karena keterbatasan pikiran manusia, melainkan juga
             karena  umat  manusia  telah  dirusak  oleh  Kejatuhan  Adam.
             Oleh  karena  itu,  setiap  gagasan  alamiah  yang  kita  bentuk
             tentang  Tuhan  cenderung  keliru,  dan  menyembah  Tuhan
             semacam itu merupakan keberhalaan. Satu-satunya sumber
             yang sah bagi pengetahuan tentang Tuhan adalah Alkitab. Ini




                            ~656~ (pustaka-indo)
   658   659   660   661   662   663   664   665   666   667   668