Page 667 - Karen Armstong - Sejarah Tuhan
P. 667
http://pustaka-indo.blogspot.com
akhirnya, melampaui personalitas menjadi Tuhan. Tuhan
imanen dan berinkarnasi di dunia, yang telah menjadi
sakramen kehadirannya. De Chardin menganjurkan bahwa
alih-alih berkonsentrasi pada manusia Yesus, orang Kristen
mesti menumbuhkan potret kosmik Kristus dalam surat-surat
Paulus kepada Jemaat di Kolose dan Efesus: Kristus dalam
pandangan ini merupakan “titik omega” alam semesta,
klimaks proses evolusi ketika Tuhan menjadi segala di dalam
segala. Kitab suci mengatakan kepada kita bahwa Tuhan
adalah cinta, dan sains menunjukkan bahwa dunia alamiah
berkembang menuju kompleksitas yang lebih tinggi dan
kesatuan yang lebih besar dalam keragaman ini. Kesatuan-
dalam-perbedaan ini merupakan cara lain mengungkapkan
cinta yang menggerakkan seluruh ciptaan. De Chardin telah
dikritik karena menyamakan Tuhan sepenuhnya dengan
dunia sehingga semua transendensinya hilang, tetapi teologi
duniawinya ini merupakan perubahan bagus dari contemptus
mundi yang sering mencirikan spiritualitas Katolik.
Selama 1960-an di Amerika Serikat, Daniel Day Williams (l.
1910) mengembangkan apa yang dikenal sebagai teologi
Proses, yang juga menekankan kesatuan Tuhan dengan
dunia. Dia sangat dipengaruhi oleh filosof Inggris A.N.
Whitehead (1861-1947), yang memandang Tuhan terkait erat
dengan proses dunia. Whitehead tidak bisa memikirkan
Tuhan sebagai suatu-Wujud yang lain, ada dengan sendirinya
dan tak terpengaruh. Dia menyusun ide profetik versi abad
kedua puluh tentang penderitaan Tuhan:
Saya meyakini bahwa Tuhan sungguh menderita
ketika dia berpartisipasi dalam deru
kehidupan sekelompok wujud. Keterlibatannya
dalam penderitaan dunia adalah contoh luhur
tentang mengetahui, menerima, dan mengubah
penderitaan yang muncul di dunia dengan
cinta. Saya meyakini kepekaan Tuhan. Tanpa
~660~ (pustaka-indo)

