Page 671 - Karen Armstong - Sejarah Tuhan
P. 671
http://pustaka-indo.blogspot.com
Mengapa Ka‘bah hanya berupa kubus sederhana, tanpa
dekorasi dan ornamen? Karena ia mewakili “rahasia Tuhan
di alam semesta: Tuhan tak berbentuk, tak berwarna, tanpa
keserupaan, sehingga bentuk atau kondisi apa pun yang
dipilih, dilihat atau dibayangkan manusia, itu bukanlah
11
Tuhan”. Ibadah haji merupakan antitesis dari keterasingan
yang dialami oleh banyak orang Iran periode pascakolonial.
Ia menampilkan jalan eksistensial setiap manusia yang
membelokkan jalan hidupnya dan mengarahkannya kepada
Tuhan. Iman aktivis Syari‘ati dianggap berbahaya: Polisi
rahasia Syah menyiksa dan mendeportasinya dan bahkan
mungkin juga bertanggung jawab atas kematiannya di
London pada 1977.
Martin Buber (1878-1965) memiliki visi yang sama
dinamisnya tentang Yudaisme sebagai proses spiritual dan
pencarian kesatuan dasar. Agama secara keseluruhan
merupakan perjumpaan dengan Tuhan personal yang hampir
selalu hadir dalam pertemuan kita dengan sesama. Ada dua
wilayah: pertama, ruang dan waktu tempat kita berhubungan
dengan wujud lain sebagai subjek dan objek, sebagai Aku-
Dia. Di wilayah kedua, kita berhubungan dengan yang lain
sebagaimana adanya, memandangnya sebagai tujuan dalam
dirinya sendiri. Inilah wilayah Aku-Engkau, yang
mengungkapkan keberadaan Tuhan. Hidup adalah dialog
tanpa akhir dengan Tuhan, yang tidak membinasakan
kebebasan atau kreativitas kita, sebab Tuhan tidak pernah
menyatakan kepada kita apa yang dituntutnya atas diri kita.
Kita mengalaminya hanya sebagai kehadiran dan dorongan.
Kita harus mengupayakan sendiri maknanya. Ini berarti
keterputusan dari banyak tradisi Yahudi, dan penafsiran
Buber terhadap teks tradisional kadang kala dipaksakan.
Sebagai pengikut Kant, Buber tidak memperhatikan Taurat,
yang dirasakannya asing: Tuhan bukanlah pencipta hukum!
~664~ (pustaka-indo)

