Page 227 - Pendidikan Rusak-Rusakan (Darmaningtyas)
P. 227

Enam      Macam       Doktor      dan

                                  Empat      Macam       MM    1













              A     rtis cantik  Maya  Rumantir dan  Menteri  Koordinator   bidang



                                                    1990-an.
                                             awal
                      menghebohkan
                                       pada
                                                                             ketika
               berita Politik  Keamanan   (1988-1993)  Sudomo    pernah  membuat
                                                             Gara-garanya
               itu,  mereka  tiba-tiba  memperoleh  gelar  doktor  dari  luar  negeri
               (Amerika   Serikat).  Gelar  doktor  yang  diraih  oleh  artis  Maya
               Rumantir  itu  malah dua  sekaligus.  Selang  beberapa  bulan  kemu-
               dian, beberapa  perempuan   terkemuka   seperti Gusti  Kanjeng Ratu
               Hemas   (istri  Raja  Mataram,  Yogyakarta),  Tuty  Azis  (Pemimpin
               Harian  Surabaya  Post,  Surabaya),  dan  Herawati   Diah  (Jakarta)
               juga  dianugerahi  gelar  master  dari  Australia.  Setelah  terjadi  ra-
               mai-ramai,  gelar  master  dari  Australia  itu  kemudian    dikem-



               1  Judul  tulisan  ini  terinspirasi  oleh  guyonan  kawan  Sofilullah  dari  PP.  A.
                Sommadiyah  Bangkalan,  Madura  pada  tahun  2002  ketika  saya  bersama  Tony
                 Driantono  (Pangcu)  melakukan  assessmenl  Pendidikan  Dasar  atas  dukungan
                 dana  dari  Oxfam  GB.  Guyonan  Sofilullah  itu  untuk  meledek  bupati  Bangkalan
                 M.  Fatah  dan  Kepala  Dinas  Pendidikan  Bangkalan  M.  Buehori,  yang  menyan-
                 dang  gelar  Doktor  HC.  Konon  gelar  doktor  HC  kedua  orang  itu  diperoleh  dari
                 Thailand.  Karena  universitas yang  memberikan  dan  kriteria  pemberian  gelar  itu
                 tidak  jelas,  maka  Sofilullah  menyebutnya  sebagai  doktor  "hororis  causa".  Saya
                 berterima  kasih  sekali  kepada  kawan  Sofilullah  atas  inspirasinya.  Dari  istilah
                 "doktor  hororis"  itu  kemudian  saya  kembangkan  menjadi  beberapa  istilah  dok-
                 tor.  Tulisan  ini  pernah  dimuat  oleh  Kompas,  2  Mei  2004,  tapi  dalam  penulisan  ini
                 mengalami  eksplorasi  yang  lebih  dalam  dan  luas,  sehingga  yang  sudah  pernah
                baca  di  Kompas  tidak  akan  kecewa  bila  harus  membaca  kembali  tulisan  ini.
                 Banyak  contoh  yang  ditampilkan  dalam  tulisan  ini.
   222   223   224   225   226   227   228   229   230   231   232