Page 300 - Tan Malaka - MADILOG
P. 300

Pemimpin  yang  tahu  maksudnya  Yang  Esa  itu,  yang  kalau  perlu  bisa
               berjumpa  dengan  Dia,  oleh  sebab  itu  bisa  mempersatukan  bermacam-
               macam  suku  itu,  ialah  Nabi  Musa.  Atas  kepercayaan  pada  satu  Tuhan,
               Yahua,  maka  di  semenanjung  Sinai  semua  suku  bani  Israel  itu
               dipersatukan  oleh  Nabi  Musa.  Keperluan  buat  bersatu,  menentan
               bermacam-macam kesusuahan itu membutuhkan persatuan kepercayaan,
               pada Satu Tuhan, Yahua. Persatuan beberapa suku bani Israel itu dan ke
               Satuan Tuhan, adalah erat sekali seluk-beluknya.

               Fir’aun dan tentaranya ditenggelamkan Yahua di Laut Merah. Bani Israel
               sekarang megembara dipesisir Timur Laut Merah disemenanjung Sinai.
               Pengembaraan  yang  pulah  tahun  itu  menukar  manusia  bersifat  penakut
               menjadi pemberani. Nama Israel itu artinya juga pahlawan Tuhan. Atas
               pertolongan Yahua, mereka menang dari tentara Fir’aun bukan?

               Lebih kurang pada tahun 1220 sebelum Nabi Isa, bani Israel, Pahlawan
               Tuhan,  menyerbu  Palestina,  dari  Timur  dan  Selatan.  Akhirnya  lk  1000
               tahun  sebelum  Nabi  Isa  mereka  bisa  merebut  pegunungan  dekat
               Palestina, tetapi tiada bisa menaklukan Negara dipesisir. Juga kota yang
               besar  seperti  Yarusalem,  Hegidda,  Besan  dsb  belum  lagi  dapat
               ditaklukan.  Pertaruan  yang  seru  sengit  dengan  bangsa  Kanaan,  bangsa
               Filister dari pesisir dan bangsa Badui terus-menerus saja berlaku.

               Setelah Nabi Musa meninggal, maka “persatuan” Agama dibawah Satu
               Pimpinan  menghadapi  musuh  yang  banyak  dan  kuat  tadi,  tentulah  tak
               kurang dirasa perlunya dari yang sudah-sudah.

               Pahlawan  Tuhan,  Bani  Israel,  sekarang  tiada  lagi  bangsa  penggembala
               semata-mata,  atau  penggembara  semata-mata!  Pemimpin  Tunggalnya
               tiada lagi kerjanya semata-mata buat mencari jalan digunung atau gurun
               pasri  atau  pemuja  Yahua  seperti  pada  masa  Nabi  Musa.  Bani  Israel
               sekarang  sudah  menjadi  penakluk  perebut  Negara  Baru,  menjadi  tani,
               penggembala,  dan  serdadu.  Sekarang  satu  pemimpin  Tungal  perlu  buat
               menyelenggarakan       pertanian,    penggembalaan,      pertukangan      dan
               perniagaan.  Perlu  buat  menyelenggarakan  kepolisian,  kehakiman  dan
               kemiliteran.  Perlu  buat  menyelenggarakan  politik  dan  diplomasi  buat
               ketentraman terhadap kedalam dan keluar Negara.
               Pemimpin  Tunggal  yang  berkuasa  dalam  perkara  Ekonomi,  Politik  dan
               Diplomasi  itu  biasanya  kita  namai  Raja.  Teapi  kerajaan  itu  boleh  Bani
               Israel,  Pahlawan  Tuhan,  diperoleh  sebagai  hasil  baik,  upah  dari
               kepercayaan pada ke-Esaan Tuhan, pada Yahua, sebagai hasil peperangan
               atas  namanya  Tuhan.  Raja  semacam  itu,  tiada  saja  berkuasa



                                                                                         299
   295   296   297   298   299   300   301   302   303   304   305