Page 294 - Cooperative Learning
P. 294
284 BAB 6
Dari table 2 dapat kita lihat bahwa siswa pada kelas A dan B
saling berinteraksi baik saat membuat dialog maupun saat
memperaktekan dialog. Interaksi antar siswa terjadi selama hampir
dari seluruh waktu pembelajaran tersebut atau lebih dari 75% waktu
pembelajaran. Interaksi dilakukan dengan dua model pair work dan
group work. Pada tugas kelompok terakhir di kelas A, guru A
menugaskan siswa berdialog di depan kelas, dengan kata lain ada
out put keterampilan berbicara setelah sebelumnya mereka belajar
keterampilan menyimak dari tape recorder. Ini menandaka bahwa
pembelajaran bahasa dengan cara terintegrasi sudah ditepkan oleh
guru A. Seperti apa yang dikatakan Brown bahwa belajar menyimak
juga berarti belajar merespon. Sehingga belajar itu tidak hanya
bersifat artificial tetapi juga keterbermaknaan.
Proses pembelajaran berfikir kritis terlihat pada interaksi yang
terjadi atara siswa. Guru A menugaskan para siswa untuk melakukan
improvisasi terhadap dialiog yang mereka bawakan. Artinya guru A
tidak hanya meminta siswa menerapkan kembali target bahasa
seperti kosakata dan ungkapan yang mereka pelajari saat
mendengarkan percakapan melalui tape recorder, tapi juga mencari
ungkapan lain yang bersinonim dengan apa yang mereka pelajari,
ini terlihat dari dialo-dialog yang mereka ucapkan. Terkadang
kesalahan tata bahasa juga dialami oleh para murid, tetapi guru A
dengan teliti memonitor kerja siswa dan memberikan masukan pada
percakapan mereka. Dari proses kerja kelompok seperti ini
diharapkan para murid mendapat banyak manfaat dari
pembelajaran yang mereka alami. Menurut McGroarty dalam
Richards salah satu manfaat yang didapat murid pada saat
menerapkan kerja kelompok terarah ini adalah meningkatkan
frekwensi dan variasi latihan berbahasa melalui tipe interaksi yang
berbeda.
2. Komunikasi antar siswa dengan siswa dalam kelompoknya
Komunikasi yang dilakukan siswa pada saat proses
pembelajaran menggunakan bahasa Inggris dan bahasa Indonesia.
Pada saat proses merancang dialog para siswa mempergunakan
bahasa ibu mereka untuk memastikan apakan kosakata dan
ungkapan bahasa Inggris yang meraka gunakan sudah benar.

