Page 299 - Cooperative Learning
P. 299
Implementasi Cooperative Learning di Tingkat Pendidikan Kursus 289
kedua guru menjawab pertanyaan, mengingatkan, memberi
instruksi dan mengevaluasi menggunakan bahasa Inggris. Cara guru
A dan B dalam berkomunikasi dengan para siswa susah benar.
Sebagai model guru wajib memberikan contoh yang baik. Salah
satunya adalah berbicara dalam bahasa yang guru ajarkan, yaitu
bahasa Inggris. Pembiasaan guru berkomunikasi dengan siswa
dengan menggunakan bahasa yang sedang diajarkan banyak
memberikan manfaat kepada siswa, salah satunya adalah siswa
mendapat banyak input bahasa di setiap pebelajaran. Semua
komunikasi guru yang bersifat, intruksi, pertanyaan, nasihat, bahkan
menunjukan rasa kecewa, sebaiknya diucapkan dalam bahasa
Inggris, agar para muird selain dapat mempelajari artinya juga
dapat menangkap nuansa dari kata-kata tersebut. Nuansa kata
sangat berhubungan denga keadaan, kontek pembicaraan, dan dan
emosi. Apabila siswa sering terkespos pada hal-hal seperti ini atau
hal selain makna kata secara harafiah, maka hal ini akan
memfasilitasi mereka untuk dapat mengerti dengan cepat bentuk-
bentuk ungkapan, perintah, klarifikasi dan sebagaimanya. Sehingga
peran guru di dalam pemeblajaran interaltif menurut Brown tidak
hanya sebagai pengontrol, direktur, manager, fasilitator, tapi juga
sumber ilmu pengetahuan khususnya bahasa Inggris yang
mempunyai banyak kosa kata dan ungkapan.
9. Tindakan guru ketika ada siswa yang terlihat kurang aktif
Pada kedua data terlihat guru melakukan tindakan
mengampiri kelopok dimana terdapat siswa yang kurang aktif. Ini
menunjukan tindakan guru yang sudah benar. Salah satu peran
guru di kelas adalah sebagai pengontrol. Sehingga apa bila ada
siswa yang terlihat kurang aktif, guru wajib mengetahui alasannya
dengan cara menghampiri dan bertanya untuk mencari tau masalah
mereka. Walaupun peran murid dalam pembelajaran cooperative
learning lebih menonjol, tetapi bila masalah datang dalam proses
pembelajaran itu, guru sebagai manager dan director di dalam kelas
harus mampu mengatasinya. Guru wajib memberikan teguran bila
siswa membuat masalah. Menurut Larsen guru juga wajib
memberikan semangat untuk berpartisipasi dan bertanggung jawab

