Page 298 - Cooperative Learning
P. 298

288                                                               BAB 6


               kurang  bisa  berbicara.  Disini  murid  dilatih  utuk  mempunyai  rasa
               empati  terhada  sesama  yang  dapat  membangun  atmosfir
               pembelajaran  yag  kondusif  dan  menjadi  motivasi  bagi  siswa  itu
               sendiri.  Kerja  kelopok  juga  menciptakan  positive  interdependent
               dimana jika satu siswa tidak dapat mengerkan tugasnya, maka siswa
               lain merasa wajib membantu.
                  7. Interaksi guru dengan siswa
                     Bila  melihat  data,  porsi  interaksi  antara  guru  dan  siswa  tidak
               terlalu  banyak.  Guru  A  dan  B  berperan  diawal  pembelajaran  dan
               memotivasi  siswa  dengan  menjawab  pertanyaan  bersama-sama
               siswa terkait kosa kata dan ungkapan yang mereka pelajari sehingga
               siswa  tidak  ragu-ragu  untuk  memulai  pelajaran  baru  mereka.
               Selanjutnya  guru  berperan  memonitor  dengan  sesekali  berkeliling
               meihat  pekerjaan  siswa,  menjawab  pertayaan  siswa  di  dalam

               kelompok,  memberikan  petunjuk  agar  siswa  memdapat  ide  untuk
               topik  percakapan  mereka.      Hal  ini  sesuai  dengan  apa  yang
               disampaikan  Richrads  yaitu  peran  guru  dalam  pembelajaran
               cooperative learning yaitu sebagai yang menciptakan environment
               kelas  dan  belajar  yang  terstruktur  baik,  menentukan  tujuan,
               perencanaan  tugas  murid,  menata  kelas,  memberikan  penugasan
               group  dan  aturan  kepada  siswa,  menseleksi  materi  dan  waktu
               pembelajaran.
                     Peran  paling  penting  adalah  sebagai  fasilitator  dimana  guru
               harus  tidak  hanya  duduk  tapi  berkeliling  untuk  membantu  murid
               atau group yang memerlukan bantuan. Guru selama mengajar tidak
               hanya berinteraks dengan murid tapi juga memfokuskan perhatian
               murid yang mulai buyar, klarifikasi jawaban murid lain, mensuport,
               bertanya,  dan  menekankan  apa  yang  perlu  murid  ketahui.  Hal  ini
               sama seperti apa yang dikatakan Harel dalam Ricard frekwensi guru
               berbicara di kelas lebih sedikit dibanding murid karna murid sangat
               diharapkan  mempraktekan  bahasa  yang  mereka  pelajari  dan
               memberikan  ide-ide  terkait  pelajaran  mereka  dengan  bahasa
               tersebut.`
                  8. Komunikasi guru ketika ada siswa
                     Ada  dua  hal  yang  didapat  dari  data,  yaitu  :  pertama  guru
               berkomunikasi  dalam  bahasa  Indonesia  20%    dan  Inggris  80%,
   293   294   295   296   297   298   299   300   301   302   303