Page 296 - Cooperative Learning
P. 296

286                                                               BAB 6


                     Proses  ini  selanjutnya  diikuti  dengan  siswa  belajar  dalam
               kelompok. Guru A secara berturut-turut menugaskan siswa berada
               dalan  pair  work  kemudian  group  work.  Hal  ini  dilakukan
               kemungkinan  selain  memvariasikan  metode  belajar,  juga  guru  A
               melihat  kemampuan  kelas  A  nya,  dimana  mereka  sebelum
               berimprovisasi  dalam  kelompok  besar,  terlebih  dahulu  berdialog
               dengan satu teman menggunakan tugas yang lebih mudah. Hal ini
               berbeda  dengan  guru  B.  Pada  saat  mendengarkan  percakapan
               kedua,  guru  B  hanya  menugaskan  kelas  B  untuk  membuat  dialog
               tetapi  tidak  mempraktekannya,  tetapi  paling  tidak  ada  kerja
               kelompok  yang  mereka  lakukan  sehingga  cooperative  learning
               terjadi.  Guru  B  bisa  jadi  mempunyai  pertimbangan  tersendiri
               dengan  metode  yang  dia  terapkan.  Seperti  yang  dikatakan  oleh
               Olsen dan Kagan bahwa group formation dalam pembelajaran CLL

               salah  satunya  meliputi  putusan  jumlah  murid  dalam  kelompok
               tergantung pada jenis tugas, waktu yang tersedia dan usia anggota.
               Hal  yang  perlu  diperhatikan  kedua  guru  adalah  lebih
               memperbanyak  aktifitas  dalam  group,  tidak  hanya  mendiskusikan
               dialog dan memprakteka dialog itu. Guru dapat mengarahkan siswa
               menerapkan  model  jigsaw  sehingga  kesempatan  berkomunikasi
               menggunakan bahasa Inggris dapat diciptakan.
                  4. Tindakan/tanggapan  siswa  terhadap  ide/kritik/saran  teman-
                     temannya dalam kerja kelompok
                     Dari  data  dapat  dilihat  bahwa  mereka  saling  mengingatkan,
               bila ada diantara siswa yang lupa suatu ungkapan atau kata yang
               akan  mereka  gunakan  dalam  dialog.  Ini  menunjukan  adanya
               kesadaran siswa akan peran mereka dalam kelompok. Juga terlihat
               hubungan  cukup  dekat  diantara  sesama  anggota.  Inilah  yang
               diharapkan  dari  pembelajaran  cooperative  learning  yaitu  adanya
               positive  interdependen,  adanya  rasa  sepenaggungan,  membantu
               satu  sama  lain,  mereka  ingin  dialog  mereka  dapat  menjadi  media
               berkomunikasi. Aspek individual acountibility masing-masing siswa
               juga  tampak.  Beberapa  siswa  memberikan  ide,  feedback  dan
               bantuan  dalam  penulisan  dialog.  Terlihat  adanya  kotribusi  dari
               setiap anggota kelompok. Denga kata lain positive interdependence
   291   292   293   294   295   296   297   298   299   300   301