Page 295 - Cooperative Learning
P. 295
Implementasi Cooperative Learning di Tingkat Pendidikan Kursus 285
Mereka perlu bertanya kepada sesama teman kelompok atau
kelompok lain. Ada proses pembelajaran antar siswa disini. Namun
kelihatannya penggunaan bahasa Indonesia lebih mendominasi
ketimbang bahasa Inggris. Ini dapat dimengerti karna para siswa
belajar bahasa Inggris dimana posisinya bahasa itu sebagai bahasa
asing bukan bahasa kedua. Dalam pembelajaran cooperative
learning yang disarankan para pakar, diharapkan para siswa secara
aktif menggunakan bahasa yang mereka pelajari, sehingga proses
interkasi berjalan natural. Pada langkah inilah guru perlu
merencanakan pembelajaran lebih detail agar para siswa
berinteraksi menggunakan bahasa yang mereka pelajari.
Masih terkait komunikasi dalam kelompok, tampak dari data
bahwa proses pembelajaran kelompok membantu mengembangkan
kemampuan cognitive sekaligus serta meningkatkan keterampilan
berbahasa. Pada saat siswa bercakap-cakap membicarakan suatu
masalah dari suatu topic pelajaran, mereka otomatis juga
memikirkan jalan keluar dari masalah tersebut. Hal ini melatih
kemampuan kognitif siswa mencari jalan keluar pada saat
memperaktekan bahasa yang mereka pelajari. Sehingga kita bisa
katakan bahwa kerja kelompok dapat menciptakan kelas yang
dinamis dimana para siswa saling beriteraksi.
3. Metode/teknik yang digunakan oleh siswa dalam
menyelesaikan tugas
Teknik yang digunakan siswa pada saat pembelajaran adalah
mengerjakan tugas secara individu, pair work, dan group work. Pada
saat penugasan siswa pada tugas pertama, terlihat guru
membiarkan siswa menyelesaikan tugas melengkapi kosa kata dan
ungkapan pada buku latihan mereka. Penugasan ini seiiring dengan
penjelasan guru A dan B terkait dengan kosa kata yang mereka
pelajari. Guru dan siswa sama-sama mengkoreksi tugas siswa
dengan cara guru menanyakan kepada seluruh kelas arti kata dan
ungkapan yang mereka buat pada buku tugas. Sebagian dari kata
dan ungkapan itu ada yang telah siswa ketahui artinya dan sebagian
tidak. Sepertinya kedua guru hanya ingin melihat pengetahuan
awal siswa soal kosakata dan ungkapan dalam bahasa Inggris.

