Page 69 - Cooperative Learning
P. 69
Implementasi Cooperative Learning di Tingkat SMA 59
evaluator di kelas yang berupaya meningkatkan pencapaian tujuan
pembelajaran dan kemahiran bahasa Inggris seluruh siswanya tanpa
memandang siswa yang tinggi dan siswa yang rendah dalam
prestasi, melalui kerjasama belajar.
B. Fokus Penelitian
Penelitian ini memfokuskan pada implementasi pembelajaran
bahasa Inggris dengan menggunakan pendekatan cooperative
learningdari sudut pandanglima orang guru bahasa Inggris di
SMAN 1 Sindang Indramayu serta mengungkap kesulitan-kesulitan
yang dihadapi danstrategi yang ditawarkan guru.
C. Rumusan Masalah
Rumusan masalah penelitian ini adalah sebagai berikut:
Bagaimanakah implementasi pembelajaran bahasa Inggris dengan
menggunakan pendekatan cooperative learning berdasarkan
pandangan guru bahasa Inggris?
D. Manfaat Penelitian
Penelitian ini akan memberikan kontribusi terhadap
pemahaman konseptual dan praktikal guru dalam menerapkan
pembelajaran bahasa Inggris dengan menggunakan
pendekatancooperative learning pada tingkat pendidikan sekolah
menengah atas.
Tinjauan pustaka
A. Cooperative Learning
Apa sebenarnya yang menjadi landasan pemahaman teoritis
tentang cooperative learning adalah sebagaimana yang dikatakan
Jollife (2007) bahwa essensi cooperative learning mengharuskan
siswa bekerja bersama dalam kelompok-kelompok kecil untuk
saling mendukung satu dengan lainnya untuk meningkatkan
belajarnya sendiri dan belajar orang lain (hal.14). Selanjutnya, Jollife
(2007) mempersyaratkan 2 hal dalam cooperative learning yakni
interdependen positif dan tanggungjawab individu. Jollife
menjelaskan bahwa tugas-tugas perlu disusun untuk memastikan
siswa saling bergantung dan secara individu bertanggungjawab.

